Horor di Cimuning: Ledakan SPBE Bekasi Ratakan Bangunan dan Rusak Permukiman Warga
BEKASI | INTIJATIM.ID – Sebuah malam yang tenang di kawasan Mustika Jaya berubah menjadi horor saat Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning luluh lantak diamuk si jago merah pada Rabu (1/4/2026) malam.
Ledakan hebat yang diduga dipicu oleh kebocoran gas ini tidak hanya menghanguskan fasilitas pengisian bahan bakar, tetapi juga melukai warga dan merusak permukiman di sekitarnya.
Peristiwa bermula sekitar pukul 21.15 WIB. Berdasarkan kesaksian warga, aroma gas yang menyengat sudah lebih dulu menyelimuti area pemukiman sebelum api berkobar.
Salah satu warga yang rumahnya berbatasan langsung dengan lokasi, Abdul Muhi (37) menceritakan momen dramatis saat dirinya harus menyelamatkan keluarga di tengah kepungan gas yang mulai terlihat kasat mata.
”Awalnya bau gas menyengat sekali. Saya baru pulang kerja, langsung panik melihat gas sudah memenuhi udara. Istri dan anak-anak saya suruh evakuasi mandiri. Kami bahkan harus membopong ibu yang sedang sakit stroke ke musala terdekat agar selamat,” jelasnya, Kamis (2/4).
Hanya berselang sepuluh menit setelah upaya penyelamatan tersebut, ledakan pertama menggelegar, hingga merobek keheningan malam dan memicu kebakaran hebat.
Kobaran api baru berhasil dijinakkan secara total pada Kamis dini hari, tepatnya pukul 03.45 WIB. Durasi pemadaman yang mencapai lebih dari enam jam menunjukkan betapa masifnya material mudah terbakar yang berada di lokasi.
Sedangkan SPBE Cimuning dilaporkan mengalami kerusakan berat hingga nyaris rata dengan tanah. Sejumlah rumah warga dan kios di sekitar lokasi mengalami kerusakan akibat dampak ledakan dan panasnya api. Akibatnya, sejumlah orang dilaporkan mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk penanganan medis.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian dan otoritas terkait masih melakukan investigasi mendalam untuk memastikan penyebab pasti kebocoran gas yang memicu ledakan tersebut. (OP/IJ)
![]()



Post Comment