Tak Puas dengan Angka Statistik, Plt. Wali Kota Madiun Instruksikan Lurah Validasi Data Riil
MADIUN | INTIJATIM.ID – Plt. Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, memberikan sorotan tajam terhadap perbedaan antara angka statistik dan realitas sosial di lapangan. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) MUI di Panti PKK.
Dalam arahannya, Bagus mengajak Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk bergerak cepat memperkuat intervensi sosial yang berbasis data akurat. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa berjalan sendirian dalam membangun kota.
“Sinergi lintas sektor adalah harga mati agar program pembangunan tidak sekadar menjadi rencana di atas kertas, melainkan solusi nyata bagi masyarakat,” kata Bagus Panuntun, Sabtu (11/4).
Meskipun angka kemiskinan di Kota Madiun tercatat mengalami penurunan dari 4,38 persen menjadi 3,89 persen, Bagus mengaku belum sepenuhnya puas. Baginya, data di atas kertas seringkali belum mencerminkan kondisi riil di akar rumput.
”Saya senang masyarakat diberi bantuan, tapi dari segi data saya tidak senang. Karena intervensi bagi saya belum maksimal,” tegas Bagus Panuntun.
Untuk memangkas ketimpangan tersebut, Plt Wali Kota Madiun ini menginstruksikan seluruh lurah untuk menerapkan pendekatan bottom-up. ” Lurah diposisikan sebagai garda terdepan yang wajib turun langsung ke lapangan guna memotret kondisi masyarakat secara objektif dan valid,” jelasnya.
Dalam upaya memperkuat jaring pengaman sosial, Pemkot Madiun secara strategis menggandeng lembaga keagamaan dan sosial seperti MUI, Baznas, DMI, dan FKUB. Kolaborasi ini diharapkan mampu menangani isu krusial seperti kemiskinan, pengangguran, hingga penanganan stunting secara komprehensif.
Lebih lanjut, Bagus mendorong adanya pergeseran paradigma dalam pemberian bantuan. Ia menekankan pentingnya pemberdayaan ekonomi dibandingkan sekadar memberikan santunan jangka pendek.
”Target saya adalah ekonomi. Jadi mindset harus diubah. Saya yakin MUI bisa lebih cepat mengeksekusi rencana kerja yang selaras dengan program pemerintah kota,” pungkasnya.
Melalui langkah kolaboratif ini, Pemkot Madiun optimis intervensi sosial ke depan akan lebih tepat sasaran, sehingga kesejahteraan masyarakat tidak hanya meningkat secara statistik, tetapi juga terasa nyata di setiap sudut kota. (UTG/IJ)
![]()



Post Comment