Highlight

Tekan Impor dan Hemat Devisa Rp150 Triliun, Pemerintah Uji Coba CNG sebagai Pengganti Gas Melon

oplus 16908288

JAKARTA | INTIJATIM.ID – Pemerintah terus berupaya mencari solusi konkret untuk menekan ketergantungan pada impor gas serta memperkuat efisiensi anggaran negara. Salah satu langkah strategis yang kini tengah digodok adalah substitusi penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kg dengan Compressed Natural Gas (CNG).

​Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG telah mencapai angka yang mengkhawatirkan. Setiap tahunnya, Indonesia harus mengimpor sekitar 8,6 juta ton LPG untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri.

​”Devisa kita setiap tahun keluar sekitar Rp130 triliun hingga Rp150 triliun hanya untuk membeli LPG. Jika harga minyak dunia naik, angka itu pasti jauh lebih besar lagi,” ujar Bahlil, Rabu (6/5).

Menurutnya, langkah transisi ke CNG diambil sebagai upaya membangun efisiensi nasional dengan memanfaatkan bahan baku gas yang melimpah di dalam negeri. “Dengan mengonversi bahan baku lokal menjadi energi siap pakai, pemerintah berharap dapat mengurangi beban subsidi yang saat ini mencapai angka fantastis di kisaran Rp80 triliun lebih,” jelasnya.

Meski penggunaan CNG sudah mulai berjalan untuk skala komersial seperti di hotel dan restoran (untuk ukuran 12 kg dan 20 kg), tantangan utama saat ini adalah menyediakan teknologi yang tepat untuk masyarakat kecil,” tambah Bahli di Jakarta.

​Pemerintah saat ini tengah fokus melakukan uji coba dan exercise terhadap teknologi tabung CNG berukuran 3 kg. Langkah ini dilakukan guna memastikan aspek keamanan dan kenyamanan penggunaan bagi masyarakat luas.

​”Untuk rakyat, tidak mungkin kita berikan yang berat-berat. Makanya, teknologi untuk ukuran 3 kg ini sedang kita tes dan sudah kita kerjakan sejak satu tahun lalu,” ungkap Menteri ESDM RI.

​Meski akan ada perubahan bahan baku, pemerintah menegaskan bahwa skema subsidi akan tetap dipertahankan guna memastikan harga tetap terjangkau bagi masyarakat yang membutuhkan. Kapan kebijakan ini akan diimplementasikan secara penuh masih menunggu hasil final dari uji coba teknis tabung tersebut. (OP/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!