Pascabencana Aceh Tengah, Kemendikdasmen Siapkan Anggaran Bangun Baru SDN 10 Linge
JAKARTA | INTIJATIM.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bergerak cepat memulihkan layanan pendidikan pascabanjir bandang di Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh.
Pemerintah memastikan akan merelokasi dan mengucurkan anggaran untuk membangun kembali SD Negeri 10 Linge yang mengalami kerusakan berat. Langkah ini diambil setelah lokasi sekolah yang lama dinyatakan masuk dalam zona merah rawan bencana.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Gogot Suharwoto, menegaskan bahwa, keselamatan warga sekolah adalah prioritas utama. Pemulihan tidak sekadar mengembalikan anak-anak ke kelas, tetapi juga memastikan lingkungan belajar yang baru jauh lebih aman dan tangguh terhadap risiko bencana.
“Kemendikdasmen bersama pemerintah daerah dan para mitra akan mengawal penyediaan ruang kelas darurat sekaligus menyiapkan dukungan pembangunan sekolah baru di lokasi relokasi yang aman,” kata Gogot di Jakarta, Kamis (4/6).
Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Aceh, Muhammad Syafran, menjelaskan bahwa, berdasarkan kajian tim di lapangan, bangunan SDN 10 Linge yang lama sudah tidak layak dan terlalu berbahaya untuk digunakan kembali.
Meski keputusan memindahkan sekolah ini penuh tantangan, Syafran menilai relokasi adalah investasi jangka panjang demi nyawa dan keselamatan para siswa serta guru.
“Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Tengah mencatat total ada 17 satuan pendidikan yang harus direlokasi ke zona aman akibat dampak banjir bandang ini,” jelasnya.
Saat ini, pemerintah daerah tengah mempercepat penyiapan lahan pengganti yang bebas sengketa. Beberapa sekolah yang terdampak bahkan sudah masuk dalam skema pendanaan revitalisasi tahap pertama melalui kerja sama lintas kementerian dan mekanisme swakelola.
Sembari menunggu proyek sekolah permanen rampung, Kemendikdasmen bersama para mitra mulai membangun Ruang Kelas Darurat (RKD) pada Jumat (5/6).
Sebanyak tiga unit RKD disiapkan untuk SDN 10 Linge dan dua unit untuk SMPN 26 Takengon. Lokasinya berada sekitar 500 meter dari sekolah asal, berdekatan dengan calon lahan relokasi permanen.
“Targetnya, fasilitas ini sudah bisa digunakan pada tahun ajaran baru mendatang,” ungkap Syafran dengan lugas.
Sementara itu, Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (Seknas SPAB) Kemendikdasmen, Zamzami, menambahkan bahwa penataan ulang layanan pendidikan di Aceh Tengah ini dilakukan secara menyeluruh. Pemerintah juga menyinkronkan posisi sekolah baru dengan titik permukiman baru warga yang ikut direlokasi,” pungkasnya.
Melalui integrasi ini, negara memastikan anak-anak korban bencana di Aceh Tengah tidak kehilangan haknya untuk mendapatkan akses pendidikan yang aman, layak, dan berkelanjutan. (OP/IJ)
![]()



Post Comment