Highlight

HOT NEWS: Nanik S. Deyang Mundur dari Kepala Badan Gizi Nasional

img 20260722 wa0042

JAKARTA | INTIJATIM.ID — Gejolak di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN) belum mereda. Di tengah penyidikan kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menguncang lembaga tersebut, Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang mendadak menyatakan mundur dari jabatannya, pada Rabu (22/7/2026).

​Langkah mengejutkan ini diambil Nanik dengan alasan kondisi kesehatan. Ia berencana bertolak ke luar negeri untuk menjalani pengobatan penyakit jantung yang diidapnya.

​”Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di LN untuk jantung saya… Dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya,” tulis Nanik dalam unggahan di akun Facebook pribadinya.

​Asisten Khusus Presiden, Dirgayuza Setiawan, membenarkan kabar tersebut. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto telah merestui pengunduran diri sosok yang dikenalnya aktif dalam isu-isu sosial sejak satu dekade terakhir itu.

​Pernyataan mundurnya Nanik mencuat di saat BGN menjadi sorotan tajam publik dan penegak hukum. Kasus dugaan penyimpangan tata kelola MBG yang diusut Kejaksaan Agung mengungkap dugaan praktik mark up pengadaan barang hingga jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

​Sebelum menjabat sebagai Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana yang terseret pusaran kasus tersebut, Nanik memegang posisi Wakil Kepala BGN sejak September 2025.

​Meski sempat memegang pimpinan tertinggi, Nanik secara terbuka mengaku mengalami “trauma akut” terkait urusan pengelolaan anggaran lembaga.

“Di mana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya (kalau mencereweti kayaknya masih bisa, yang penting tidak berhubungan dengan pegang uang, sumpah trauma akut),” ujar Nanik blak-blakan.

​Sistem pengawasan dan tata kelola di internal BGN kini menjadi titik sentral perbaikan pasca-badai korupsi dan perombakan kepemimpinan.

Bagian penting dari restrukturisasi ini adalah pembentukan Dewan Pengawas BGN, yang mana sebuah posisi baru yang direncanakan oleh Presiden Prabowo untuk memastikan tata kelola program MBG tetap akuntabel tanpa membebankan fungsi eksekusi keuangan langsung kepada pengawas.

​Pengunduran diri Nanik meninggalkan catatan tersendiri bagi Istana. Dirgayuza Setiawan mengenang Nanik sebagai sosok vokal yang gigih membela masyarakat kecil, mulai dari membongkar kasus PMI Wilfrida Soik di Malaysia, hingga mengusulkan program becak listrik untuk lansia.

​Namun, di luar dinamika personal tersebut, pengunduran diri kepemimpinan BGN secara berturut-turut menaruh beban besar pada keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah kini dituntut untuk segera menunjuk figur baru yang tidak hanya kredibel secara medis atau sosial, tetapi juga memiliki ketegasan dalam membenahi tata kelola anggaran yang rentan dari praktik koruptif. (OP/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!