Highlight

Sudaryono Resmi Sebagai Kepala BGN, Babak Baru dan Pertaruhan Besar Program MBG

img 20260722 wa0063

JAKARTA | INTIJATIM.ID — Presiden Prabowo Subianto, resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (22/7/2026).

Langkah tersebut menandai pergeseran nakhoda di lembaga krusial yang memegang kunci keberhasilan program unggulan pemerintah, yaitu program Makan Bergizi Gratis (MBG).

​Pengangkatan Sudaryono yang didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 78/P Tahun 2026 ini menaruh beban berat di pundaknya. Acara pelantikan berlangsung khidmat, di mana Presiden Prabowo memandu langsung pengucapan sumpah jabatan.

​”Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab,” ucap Sudaryono menirukan sumpah yang didiktekan Presiden.

​Pelantikan ini dihadiri oleh jajaran petinggi negara, termasuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, menteri Kabinet Merah Putih, serta jajaran Pimpinan TNI, Polri, dan Kejaksaan Agung.

​Di luar kemegahan prosesi Istana, pergantian kepemimpinan di BGN bukan sekadar pergeseran posisi birokrasi biasa. Ini adalah ujian efektivitas dan transparansi.

​Sebagai lembaga baru yang mengelola anggaran triliunan rupiah untuk eksekusi program MBG nasional, BGN di bawah kepemimpinan Sudaryono langsung dihadapkan pada tiga tantangan utama. Yakni;

​Rantai Pasok & Distribusi: Memastikan jutaan porsi makanan bergizi sampai ke tangan anak sekolah dan kelompok sasaran tepat waktu tanpa memicu kebocoran budget atau masalah kualitas pangan.

​Standardisasi Gizi & Keamanan Pangan: Menjamin pemenuhan standar gizi mikro/makro serta higienitas secara merata dari perkotaan hingga daerah pelosok.

​Akuntabilitas Publik: Mengingat program ini menjadi sorotan utama publik, kepemimpinan baru dituntut menghadirkan tata kelola yang bersih dan terhindar dari potensi korupsi pengadaan barang/jasa.

​Penandatanganan berita acara pengambilan sumpah oleh Sudaryono menjadi titik mula pembuktian janji politik pemerintah di bidang pemenuhan gizi nasional. Publik kini menanti apakah perombakan kepemimpinan di BGN ini mampu mengakselerasi eksekusi program MBG secara presisi, atau justru terjebak dalam kendala operasional di lapangan. (OP/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!