Highlight

Baksos SMSI Lamongan di SDN Laladan, Edukasi Siswa Cegah Gangguan Ginjal Sejak Dini

Edukasi Siswa Cegah Gangguan Ginjal Sejak Dini

LAMONGAN | INTIJATIM.ID — Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Lamongan berkolaborasi dengan Puskesmas Deket menggelar kegiatan Bakti Sosial (Baksos) Kesehatan di SDN Laladan, Kecamatan Deket, pada Senin (31/8/2026).

Rangkaian agenda yang diisi dengan kampanye minum air putih, Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) ini bertujuan membentengi kesehatan tubuh dan fungsi ginjal anak sejak usia dini.

​Ketua SMSI Lamongan, M. Nur Ali Zulfikar, menekankan pentingnya membangun kebiasaan membawa botol minum sendiri ke sekolah guna membatasi konsumsi minuman kemasan tinggi gula.

​“Air putih membantu menjaga konsentrasi belajar, mengatur suhu tubuh, dan mendukung kerja ginjal membuang sisa metabolisme. Kebiasaan sehat ini harus dimulai dari sekarang, cukup dari satu botol air putih yang dibawa anak ke sekolah,” ujarnya.

​Ali Zulfikar meluruskan pemahaman publik terkait ancaman penyakit ginjal pada anak. Cedera ginjal akut dapat dipicu oleh dehidrasi berat yang tidak segera ditangani, terutama saat anak mengalami demam, muntah, atau diare. Sementara itu, pola konsumsi tinggi gula, garam, dan lemak dari minuman berpemanis serta makanan cepat saji berkontribusi meningkatkan risiko obesitas, hipertensi, dan diabetes yang berujung pada kerusakan ginjal jangka panjang,” jelas Ali sapaan akrabnya.

​Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mengaitkan pola makan secara keliru dengan kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) pada 2022 lalu, yang terbukti disebabkan oleh cemaran etilen glikol dan dietilen glikol pada obat sirop. “Orang tua wajib mendampingi pemberian obat anak sesuai petunjuk medis,” tegas Ali, Senin (31/8).

​Kepala Puskesmas Deket, dr. Ratih Nuzuhria, menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan berkala ini menyasar seluruh siswa SDN Laladan yang berjumlah 89 orang. Layanan meliputi pemeriksaan fisik umum, mata, telinga, kesehatan gigi dan mulut, kadar Hb, hingga gula darah. “Selain itu, sebanyak 30 siswa kelas 1 dan 5 menerima imunisasi BIAS,” ungkapnya kepada intijatim.id

​Meski mayoritas kondisi siswa terpantau normal, dr. Ratih mengungkapkan bahwa pihaknya masih menemukan kasus khusus di wilayah kerja Puskesmas Deket, seperti anak usia sekolah yang mengidap hipertensi, gula darah tinggi, dan gangguan penglihatan. “Penanganan awal hingga rujukan ke rumah sakit terus disiapkan untuk kasus yang membutuhkan intervensi medis lanjutan,” paparnya tegas.

Sementara itu, ​Kepala Sekolah SDN Laladan, Amindarti, S.Pd., mengapresiasi sinergi SMSI Lamongan dan Puskesmas Deket. Menurutnya, deteksi dini ini sangat membantu sekolah dan orang tua dalam memantau tumbuh kembang anak, termasuk mendeteksi dampak penggunaan gawai berlebih terhadap kesehatan mata siswa,” pungkasnya. (DS/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!