Highlight

Buntut Pengusiran Wartawan, SMSI Sumenep Boikot Undangan Silaturahmi Kapolresta

img 20260723 wa0060

SUMENEP | INTIJATIM.ID – Sikap arogan oknum anggota kepolisian saat peresmian peningkatan status Polres menjadi Polresta Sumenep berbuntut panjang. Insiden pengusiran terhadap sejumlah jurnalis yang meliput acara tersebut memicu gelombang protes keras dari insan pers di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

​Tindakan represif tersebut dinilai bukan sekadar melukai martabat jurnalis, melainkan bentuk pelecehan terhadap profesi pers serta pembangkangan nyata terhadap Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan UU Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

​Sebagai bentuk perlawanan, organisasi profesi jurnalis di Sumenep mengambil langkah tegas dengan memboikot agenda silaturahmi yang digagas Kapolresta Sumenep. Sikap paling keras ditunjukkan oleh Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Sumenep yang secara resmi menolak menghadiri undangan tersebut.

​Ketua SMSI Kabupaten Sumenep, Wahyudi, mengkritik keras sikap Polresta Sumenep yang dinilainya cermin ketidakseriusan dalam merawat kemitraan dengan media. Menurutnya, aksi pengusiran di acara resmi instansi kepolisian mencoreng hubungan harmonis yang selama ini berusaha dibangun.

​”Kalau memang ada itikad baik untuk menjalin kerja sama dengan wartawan, tindakan pengusiran itu tidak seharusnya terjadi. Sinergi yang dibangun bertahun-tahun justru dicoreng oleh aksi semacam itu,” tegasnya.

​Wahyudi menambahkan, pemboikotan ini menjadi sinyal peringatan keras agar kepolisian tidak memandang sebelah mata peran jurnalis dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistiknya di lapangan.

​Meski memboikot agenda resmi dari Polresta, SMSI Sumenep menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai sarana edukasi dan protes terukur, bukan bentuk penutupan ruang komunikasi secara permanen.

​SMSI menyatakan tetap terbuka jika Kapolresta Sumenep berniat menjalin komunikasi dan silaturahmi secara langsung untuk menyelesaikan persoalan ini. Namun, untuk agenda silaturahmi massal yang diinisiasi Polresta pasca-insiden, SMSI memilih bersikap tegas dan menolak hadir.

​Langkah pemboikotan ini diharapkan menjadi evaluasi total bagi jajaran Polresta Sumenep agar tindakan represif dan penyekatan informasi oleh oknum kepolisian tidak kembali terulang di masa mendatang. (Tim)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!