Highlight

Kerja Bakti LDII Magetan, Drainase Telaga Wahyu Tersumbat Picu Risiko Banjir

img 20260501 065013

MAGETAN | INTIJATIM.ID – Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Magetan menggelar kerja bakti massal di kawasan jalur wisata Telaga Wahyu hingga simpang tiga Singolangu, Jumat (1/5/2026).

Kegiatan bertema “Kerja Bersama Bakti untuk Negeri” itu melibatkan sekitar 250 hingga 300 relawan bersama masyarakat setempat. Fokus utama kerja bakti adalah membersihkan saluran drainase yang tertimbun material tanah dan berpotensi memicu banjir.

Namun di lapangan, relawan menemukan persoalan serius. Sekitar 50 meter saluran air dilaporkan tertutup total akibat longsoran material dari lahan di belakangnya, sehingga pembersihan tidak dapat dilanjutkan secara manual.

Ketua DPD LDII Kabupaten Magetan, Joko Pramono, mengatakan kondisi tersebut menjadi kendala utama dalam upaya normalisasi drainase.

“Kami menemukan kurang lebih 50 meter saluran air tertutup total oleh timbunan material. Akibatnya, pembersihan tidak bisa dilanjutkan secara manual,” ujarnya di lokasi kegiatan.

Ia menegaskan, kondisi drainase yang tersumbat di jalur utama menuju destinasi wisata tersebut berpotensi mengganggu kenyamanan pengunjung sekaligus meningkatkan risiko banjir saat hujan deras.

Menindaklanjuti temuan tersebut, LDII Magetan mendesak Pemerintah Kabupaten Magetan melalui dinas terkait, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), untuk segera melakukan penanganan dengan menurunkan alat berat.

“Kami berharap ada bantuan alat berat seperti excavator atau bulldozer untuk membuka kembali saluran yang tertimbun. Jika sudah terbentuk, warga siap merawat secara berkala,” kata Joko.

Ia juga mengingatkan, tanpa penanganan serius, upaya gotong royong masyarakat dikhawatirkan tidak akan efektif karena aliran air tetap terhambat di titik sumbatan permanen.

“Jangan sampai upaya positif ini menjadi sia-sia karena air tetap meluap ke jalan akibat saluran yang terputus,” tambahnya.

Terkait status lahan yang menjadi sumber timbunan material, pihak LDII memilih tidak berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya kepada instansi berwenang, termasuk Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Saat ini, LDII Magetan telah melayangkan laporan resmi kepada sejumlah pihak, mulai dari tingkat kecamatan hingga kabupaten, termasuk Bupati, unsur Forkopimda, dan Kementerian Agama.

Menurut Joko, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen LDII dalam menjalankan dakwah melalui aksi nyata di tengah masyarakat.

“LDII tidak hanya berdakwah di dalam masjid, tetapi juga melalui perbuatan nyata atau dakwah bil hal. Prinsip kami, sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong pemerintah daerah lebih responsif dalam pemeliharaan infrastruktur, khususnya di jalur-jalur vital menuju kawasan wisata, guna mewujudkan Magetan yang nyaman dan berkelanjutan. (Bgs/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!