Magetan Gelar Festival Bambu Chapter 3: Dorong Ekonomi Hijau dan Kelestarian Lingkungan
MAGETAN | INTIJATIM.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan kembali menegaskan komitmennya dalam pembangunan berkelanjutan lewat pembukaan Festival Bambu Chapter 3 di GOR Ki Mageti, pada Jumat (12/6/2026). Pameran yang diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan (DLHP) Kabupaten Magetan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan akan berlangsung hingga 21 Juni 2026 mendatang.
Memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya, festival ini bukan sekadar ajang seremonial. Acara ini dirancang sebagai ruang temu strategis yang menyinergikan pertumbuhan ekonomi, pemberdayaan masyarakat, dan kelestarian ekosistem. Berbagai produk unggulan daerah, kerajinan kreatif berbahan bambu, pelaku UMKM, komunitas lingkungan, hingga sektor swasta turut ambil bagian dalam panggung besar bertema pembangunan hijau ini.
Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak boleh dibayar dengan kerusakan lingkungan. Menurutnya, pembangunan yang ideal harus mampu menciptakan keseimbangan antara profit ekonomi dan keberlanjutan alam.
”Festival ini menjadi bukti bahwa pelestarian lingkungan dan pertumbuhan ekonomi bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. Justru keduanya dapat berjalan berdampingan ketika dibangun melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, pelaku UMKM, pegiat lingkungan, dan masyarakat,” kata Bunda Nanik dalam sambutannya.
Pemilihan bambu sebagai ikon utama festival ink didasari oleh alasan ekologis dan ekonomis yang kuat. Di satu sisi, bambu merupakan tanaman konservasi strategis yang efektif menyerap karbon, menjaga cadangan air tanah, serta mencegah erosi lahan. Di sisi lain, komoditas lokal ini memiliki fleksibilitas tinggi untuk diolah menjadi produk bernilai jual, mulai dari furnitur, kerajinan rumah tangga, tekstil, hingga produk kreatif modern.
Kepala DLHP Kabupaten Magetan, Saif, menambahkan bahwa pemanfaatan bambu berpotensi besar menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi masyarakat Magetan.
”Melalui Festival Bambu, kami ingin menunjukkan bahwa potensi lokal dapat menjadi kekuatan ekonomi yang besar. Bambu bukan hanya tanaman konservasi, tetapi juga aset ekonomi yang mampu membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Satu bambu dapat melahirkan ribuan manfaat,” jelas Muhclissun, Jumat (12/6).
Melalui Festival Bambu Chapter 3, Kabupaten Magetan ingin mengirimkan pesan kuat kepada publik, pembangunan masa depan tidak lagi hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi di atas kertas, melainkan dari bagaimana sebuah daerah mampu menjaga warisan alamnya demi kesejahteraan generasi mendatang. (Red/IJ)
![]()



Post Comment