Semarak Warna Menghiasi Langit Karas, Adu Ketangkasan di Festival Layang-Layang 2026 Magetan
MAGETAN | INTIJATIM.ID — Langit Desa Karas, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, berubah menjadi kanvas penuh warna. Ratusan layang-layang beragam bentuk dan kreatif menghiasi udara dalam helatan Festival Layang-Layang 2026 yang sukses menyedot perhatian ribuan warga lokal maupun wisatawan dari luar daerah.
Kegiatan yang digelar di lapangan terbuka Desa Karas ini dalam ranka memperingati HUT ke-81 RI tahun 2026. Tak hanya menjadi ajang hiburan masyarakat, tetapi juga bentuk pelestarian tradisi permainan tradisional yang kian tergerus zaman. Berbagai kreasi ditampilkan para peserta, mulai dari layang-layang tradisional jenis sowangan, hingga bentuk 3 dimensi yang menyerupai naga, hewan laut, dan berbagai bentuk layang-layang yang apik.
Ketua panitia penyelenggara, Sukarno mengungkapkan bahwa, peserta Festival Layang-Layang ini berasal dari berbagai desa di Magetan, dan diikuti oleh para pencinta layang-layang dari kabupaten tetangga seperti Ngawi, Madiun, dan Ponorogo. Panitia juga menyediakan tropi penghargaan dan uang pembinaan bagi pemenang 1,2, dan 3.
”Untuk jumlah peserta baru 34 orang baik lokal maupun luar daerah. Festival ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga ruang silaturahmi warga sekaligus wadah kreativitas anak muda. Kami ingin menghidupkan kembali permainan tradisional yang sarat nilai kebersamaan,” ujar Sukarno di lokasi acara.
Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Magetan, Suyatni Priasmoro yang membuka destival ini menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menyebut, kegiatan ini tak hanya kemeriahan, akan tetapi menjadi kegiatan positif bagi warga terutama anak-anak untuk mengurangi penggunaan gadget
“Acara ini bukan hanya untuk melestarikan tradisi budaya, tapi juga menjadi kegiatan posisif bagi penghobi atau komunitas dalam menjaga persatuan. Tentunya juga bermanfaat bagi anak-anak akan ketergantungan gatged dalam menghadapi era digitalisasi saat ini,” ungkapnya kepada intijatim.id
Selain itu, festival ini juga membawa angin segar bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Karas. Deretan lapak pedagang makanan, minuman, hingga penjual layang-layang rakitan tampak dipadati pengunjung sejak siang hingga sore hari.
Pemerintah Desa Karas dan pihak Kecamatan Karas berharap ajang tahunan ini dapat terus dikembangkan dan masuk ke dalam kalender agenda pariwisata resmi Kabupaten Magetan. “Dengan pengelolaan yang lebih matang, festival layang-layang ini diproyeksikan mampu mendongkrak daya tarik wisata daerah serta menggerakkan roda perekonomian warga desa secara berkelanjutan. Kegiatan ini juga menjadi agenda rutinan setiap tahunnya,” tutup Murgiyanto, Kepala Desa (Kades) Karas, Magetan. (Red/IJ)
![]()



Post Comment