Highlight

Sulap Mesin Bekas Jadi Alat Slurry Seal, PUPR Magetan Raih Juara Pertama di INODA Award 2026

oplus 16908288

MAGETAN | INTIJATIM.ID – ​Dinas PUPR Bidang Bina Marga Kabupaten Magetan, terus berinovasi dalam mengoptimalkan pemeliharaan jalan secara efisien dan ramah lingkungan. Salah satu terobosan terbaru yang sukses diraih adalah memanfaatkan mesin pompa mesin bekas sumur dalam milik Dinas Pengairan dimodifikasi menjadi alat pengolah bubur aspal (slurry seal).

​Inovasi ini lahir dari kejelian melihat potensi aset yang mangkrak. Di sisi lain, PUPR Magetan membutuhkan metode pemeliharaan jalan yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan. Sehingga, kolaborasi ini pun melahirkan mesin pengolah Slurry Seal yang bermanfaat, dan berhasil menyabet juara terbaik pertama di ajang Lomba Inovasi Daerah (INODA) Award 2026.

“Alat ini sangat bermanfaat bagi kami, karena pemeliharaan jalan dengan metode konvensional (penyiraman aspal dan penaburan pasir) dapat menimbulkan polusi udara dan debu pekat yang mengganggu warga serta pengguna jalan. Pasirnya pun berpotensi menyebabkan pengendara roda dua tergelincir atau kepleset,” jelas Muhtar Wakid, Kepala Dinas PUPR Magetan, Selasa (18/8/2026).

​Selain itu, lanjut Mukktar Wakid, pemeliharaan konvensional cenderung tidak tahan lama dan kurang efisien dari segi anggaran. ​Sebaliknya, pengaplikasian bubur aspal (slurry seal) memberikan solusi yang jauh lebih unggul.

“Selain debu dan permukaan jalan menjadi lebih mulus serta aman bagi pengendara, hasil pelapisan juga lebih tahan lama, dan rapi. Disisi lain,  teknik slurry seal jauh lebih hemat dibandingkan penggunaan hotmix yang biayanya bisa mencapai 3 hingga 4 kali lipat,” ungkapnya kepada intijatim.id

​Meski memiliki banyak keunggulan, metode slurry seal dirancang khusus untuk menangani kerusakan skala kecil atau kerusakan permukaan aspal jalan.

“Untuk jalan berlubang, prosedur penanganan dilakukan dengan penambalan (patching) terlebih dahulu sebelum dilapisi slurry seal. Jika pemeliharaan permukaan jalan ditunda, kerusakan akan semakin parah dan menelan biaya perbaikan yang jauh lebih besar,” tegas Muhtar Wakid.

​Saat ini, penggunaan slurry seal hasil modifikasi tersebut masih dalam tahap uji coba di beberapa titik lokasi. Setelah proses evaluasi dan penyempurnaan selesai, PUPR Magetan berencana meningkatkan kapasitas produksi dengan menyiapkan armada truk penarik yang lebih besar.

“Ke depannya, teknologi dan peralatan ini akan didistribusikan ke seluruh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) agar setiap wilayah mampu menjalankan pemeliharaan jalan secara mandiri, efisien, dan ramah lingkungan,” pungkasnya. (Red/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!