Highlight

Hujan Deras Guyur Magetan, 31 Rumah Terdampak Banjir Luapan Akibat Sampah

oplus 16908288

MAGETAN | INTIJATIM.ID – Intensitas hujan yang tinggi di wilayah Kabupaten Magetan pada Jumat sore (20/3) memicu banjir luapan di belasan titik. Selain menggenangi sejumlah ruas jalan protokol, luapan air dilaporkan sempat memasuki 31 rumah warga yang tersebar di beberapa kecamatan.

​Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan, hujan mulai mengguyur dengan intensitas tinggi sejak pukul 15.00 WIB hingga malam hari. Kondisi ini diperparah dengan tersumbatnya saluran irigasi oleh tumpukan sampah, yang mengakibatkan air meluap ke pemukiman dan jalan raya.

“​Banjir luapan terpantau terjadi di 14 titik lokasi, di antaranya wilayah Kelurahan Selosari, Sukowinangun, Tawanganom, hingga merembet ke jalur utama Magetan–Maospati di Desa Bandar dan Bibis,” ungkap Eka Prasetya, Kalaksa BPBD Magetan, Jum’at (20/3) malam.

Eka menyebut, ​data sementara tercatat sebanyak 31 rumah warga terdampak banjir luapan tersebut. Diantaranya, wilayah Kecamatan Magetan sebanyak 9 rumah di Kelurahan Sukowinangun, 1 rumah di Kelurahan Mangkujayan, dan 2 rumah di Perumahan Lentera Sanur. Sedangkan wilayah ​Kecamatan Sukomoro berdampak pada 5 rumah di Desa Tamanan, dan ​Kecamatan Barat sebanyak 11 rumah di Desa Blaran.

​Meski sempat menimbulkan kepanikan, BPBD memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Tim Reaksi Cepat (TRC-PB) BPBD Magetan bersama TNI, Polri, Damkar, PMI, Tagana, dan relawan (RAPI & Senkom) langsung terjun ke lokasi.

​”Fokus penanganan darurat dengan membongkar sumbatan sampah pada saluran-saluran irigasi yang menjadi biang kerok meluapnya air, dan kerja keras tim gabungan membuahkan hasil. Pada pukul 21.00 WIB, seluruh titik genangan dilaporkan telah surut total,” jelas Kalaksa BPBD Magetan.

Eka juga mengungkapkan, tersumbatnya drainase diakibatkan oleh sampah domestik yang menjadi faktor utama air tidak mengalir saat debit hujan meningkat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca ekstrem. Yang paling krusial, mohon untuk tidak membuang sampah ke saluran irigasi dan mari bersama-sama rutin membersihkan drainase di lingkungan masing-masing,” pintanya.

​Saat ini, kondisi di lokasi terdampak sudah kembali kondusif. Warga dibantu petugas telah selesai melakukan pembersihan sisa-sisa lumpur. BPBD mengingatkan warga untuk segera melapor melalui nomor pelayanan darurat jika terjadi bencana serupa di wilayahnya. (Red/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!