Highlight

Mancing Bareng di Embung Desa Terung, Riyono Caping Soroti Budidaya Ikan Sebagai Potensi ekonomi

oplus 16908288

MAGETAN | INTIJATIM.ID – Kegiatan mancing bersama yang digelar Pemerintah Desa (Pemdes) Terung, di Embung Sidomas, pada Rabu (25/3), memang meriah. Namun, di balik keriuhan kail dan joran, terselip tantangan besar bagaimana mengubah hobi musiman menjadi sektor ekonomi desa yang berkelanjutan.

​Anggota Komisi IV DPR RI, Riyono, yang hadir dalam acara tersebut, memberikan catatan kritis terhadap tata kelola perikanan di Desa Terung. Meski ia mengapresiasi antusiasme warga, Riyono menyoroti metode budidaya ikan di Embung Sidomas dinilai masih jalan di tempat.

​Menurut Riyono, potensi ekonomi Embung Sidomas belum tergarap maksimal karena pengelolaan yang masih bersifat tradisional. “Masyarakat perlu mengenal dunia perikanan lebih dalam, bukan sekadar memancing, tapi budidaya yang bernilai ekonomi,” tegasnya.

​Kritik ini merujuk pada realitas bahwa penebaran benih tanpa teknik budidaya yang modern seperti pengaturan pakan, kualitas air, dan manajemen pasca panen yang seringkali hanya menghasilkan angka kematian ikan yang tinggi atau pertumbuhan yang lambat.

​Sebelumnya, Riyono telah menebar 10.000 bibit ikan di lokasi tersebut. Namun, ia menyadari bantuan fisik saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan perubahan pola pikir (mindset) warga.

​Untuk menjawab tantangan tersebut, ia menawarkan solusi konkret melalui pusat pelatihan di Rumah Aspirasi Joglo Sedulur Mas Riyono (Desa Jambangan, Kawedanan). Pelatihan tersebut diberikan secara gratis, serta pembekalan teknis, dan dukungan percontohan.

​”Untuk target utama menyasar generasi muda agar mau melirik sektor perikanan sebagai profesi yang menjanjikan, bukan sekadar sampingan. Selain masalah teknis budidaya, keberlangsungan Embung Sidomas bergantung pada kebersihan ekosistemnya,” ungkap ​Anggota DPR RI ini.

Sebagai sumber irigasi pertanian sekaligus wadah perikanan, kebersihan air menjadi harga mati. Riyono mengingatkan warga agar tidak abai dalam merawat embung jika ingin menjadikannya destinasi wisata desa berbasis perikanan,” pungkasnya.

Transformasi Embung Sidomas menjadi pusat ketahanan pangan daerah yang menuntut lebih dari sekadar “pesta rakyat” tahunan. Tanpa modernisasi alat dan pengetahuan, target peningkatan ekonomi masyarakat Desa Terung dikhawatirkan hanya akan menjadi wacana di atas meja birokrasi. (Red/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!