Highlight

Paddock Minim hingga Aspal Amblas, IMI Beberkan “PR” Besar Sirkuit Suryo Magetan

oplus 16908288

MAGETAN | INTIJATIM.ID – Pemerintah Kabupaten Magetan mulai memacu langkah untuk menyulap Sirkuit Suryo menjadi arena balap berstandar nasional. Namun, ambisi besar ini menuntut pembenahan serius, mulai dari infrastruktur teknis hingga profesionalisme tata kelola.

​Dalam audiensi bersama Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jawa Timur dan IMI Magetan di Ruang Rapat Bupati, pada Senin (30/03), terungkap bahwa sirkuit ini masih memerlukan sentuhan signifikan sebelum layak menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas).

​Meski telah mulai beroperasi, Sirkuit Suryo masih menghadapi beberapa kendala teknis. Pengurus IMI Jatim, Kiagus Firdaus, menyoroti kapasitas paddock yang saat ini hanya tersedia 14 unit atau angka yang jauh dari kata cukup untuk ajang bergengsi.

​”Keterlibatan IMI dalam setiap tahap lanjutan sangat krusial agar pembangunan tidak meleset dari standar. Kami memprioritaskan pengaspalan final dengan estimasi anggaran Rp10 miliar dari BKK Pemprov Jatim,” jelas Kiagus dikutib dari laman Prokopim Pemkab Magetan.

oplus 16908288
Bupati Nanik, Bersama IMI dan Jajaran OPD Terkait, Melakukan Rapat Pembenahan Sirkuit Suryo Magetan, di Ruang Rapat Pendopo Surya Graha, Senin (30/3/2026).

Selain pengaspalan, perbaikan titik aspal yang amblas dan penyediaan tribun portabel menjadi catatan penting dari Ketua IMI Magetan, Risto Vialle, agar sirkuit ini benar-benar siap naik kelas dari level Kejurprov ke Kejurnas.

​Satu poin krusial yang dibahas adalah usulan pengalihan pengelolaan sirkuit kepada pihak ketiga berbadan hukum. Langkah ini dinilai sebagai solusi agar sirkuit tidak menjadi “proyek mangkrak” dan bisa dikelola secara komersial secara optimal.

Skema tersebut diproyeksikan mampu mendulang Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penyewaan lintasan untuk latihan rutin tim balap, penyelenggaraan event otomotif rutin, dan optimalisasi fasilitas pendukung seperti command center dua lantai.

​Bupati Magetan menyatakan dukungannya terhadap percepatan pembangunan ini, sembari memastikan proses legalitas lahan rampung tepat waktu. Badan Pengelolaan Keuangan dan Pajak Daerah (BPKPD) juga tengah mengkaji skema kerja sama yang paling menguntungkan bagi kas daerah.

​Kehadiran pembalap internasional asal Magetan, Adenanta dan Mario Suryo Aji mempertegas bahwa Magetan memiliki bakat. Namun, sirkuit ini bukan sekadar soal hobi kecepatan. “Pemkab Magetan meyakini jika event nasional berhasil ditarik ke Magetan, sektor UMKM, perhotelan, dan pariwisata akan mendapat suntikan oksigen ekonomi yang besar,” ungkap Bupati Nanik.

​Tantangannya kini ada pada eksekusi. Publik menanti apakah kucuran dana miliaran rupiah ini akan benar-benar melahirkan sirkuit “hidup” yang mandiri secara finansial, atau sekadar menjadi fasilitas olahraga musiman. (Red/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!