Indonesia Masuk Mode Survival, Menkeu Purbaya Peringatkan Dampak Gejolak Ekonomi Global
JAKARTA | INTIJATIM.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya menyampaikan peringatan serius mengenai kondisi ekonomi nasional di tengah badai ketidakpastian global yang kian tak menentu. Pemerintah secara resmi menyatakan bahwa Indonesia kini berada dalam mode “survival” untuk menjaga stabilitas domestik dari guncangan eksternal.
Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap kombinasi tekanan ekonomi dunia, mulai dari fluktuasi harga komoditas, kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju, hingga ketegangan geopolitik yang terus memanas.
Menkeu Purbaya menegaskan bahwa mode survival bukan berarti Indonesia menyerah pada keadaan, melainkan sebuah strategi defensif yang agresif. Fokus utama pemerintah saat ini adalah memperkuat pondasi ekonomi dalam negeri agar tidak terseret arus resesi global.
”Kita harus realistis. Dunia sedang tidak baik-baik saja. Fokus kita sekarang adalah bertahan (survive) dengan cara menjaga daya beli masyarakat, mengendalikan inflasi, dan memastikan APBN tetap menjadi bantalan yang sehat bagi rakyat,” kata Purbaya dalam keterangannya, Jumat (24/4).
Menkeu juga menggarisbawahi tiga tantangan besar yang memaksa Indonesia mengambil posisi waspada. Kebijakan moneter ketat dari bank sentral dunia (seperti The Fed) yang memicu aliran modal keluar (capital outflow). Gangguan distribusi logistik dunia yang memicu kenaikan harga pangan dan energi. Konflik antarnegara yang secara langsung berdampak pada volatilitas nilai tukar Rupiah.
Untuk menghadapi fase ini, kementerian keuangan bersama lembaga terkait akan memperketat pengawasan belanja negara. Program-program yang bersifat konsumtif akan dievaluasi, sementara anggaran untuk jaring pengaman sosial dan sektor produktif akan menjadi prioritas utama.
”Kita perlu memperkuat sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter. Mode survival ini menuntut kita untuk lebih disiplin dalam mengelola setiap rupiah yang ada di kas negara,” jelasnya.
Meski situasi sedang sulit, Purbaya optimis bahwa Indonesia memiliki modalitas yang cukup, seperti konsumsi rumah tangga yang masih kuat dan neraca perdagangan yang relatif stabil.
“Para pelaku usaha diimbau untuk tetap tenang namun waspada dalam melakukan ekspansi bisnis,” tandas Menkeu RI.
Kondisi “survival” ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan bahwa efisiensi dan inovasi adalah kunci utama untuk melewati masa sulit ini hingga kondisi ekonomi global kembali stabil. (OP/IJ)
![]()



Post Comment