Highlight

HUT Dekranasda ke-46: Arumi Bachsin Ajak UMKM Jatim ‘Naik Kelas’ Lewat Inovasi Batik

oplus 16908288

SURABAYA | INTIJATIM.ID – Semangat mendorong UMKM lokal menuju panggung global terpancar dalam pembukaan Batik Bordir dan Aksesoris Fair 2026 di Grand City Surabaya, Rabu (6/5). Acara yang digelar oleh Dekranasda Jawa Timur ini menjadi momentum krusial bagi pelaku industri kreatif untuk melakukan scale up bisnis berbasis kearifan lokal.

​Eksibisi bergengsi ini diselenggarakan sebagai rangkaian perayaan HUT Dekranasda ke-46 sekaligus menyambut HUT Kota Surabaya ke-733. Ratusan pengunjung tampak memadati lokasi dengan mengenakan batik, menciptakan atmosfer apresiasi budaya yang kental.

​Ketua Dekranasda Jawa Timur, Arumi Bachsin, membuka langsung acara tersebut. Ia menekankan bahwa kekuatan produk kriya Jawa Timur terletak pada narasi di baliknya.

Dalam sesi talkshow bertajuk “Dari Tradisi Jadi Inovasi: Membangun Brand Fashion dan Peluang Scale Up Bisnis Kreatif”, Arumi menyoroti pentingnya menjaga identitas daerah.

​“Motif batik bukan sekadar corak, tapi ada storytelling di dalamnya. Seperti batik motif cengkeh, ada sejarah panjang yang melatarbelakanginya. Inilah yang menjadi ciri khas dan nilai jual kita,” kata Arumi.

​Lebih lanjut, Arumi mendorong para pelaku UMKM untuk tidak sekadar memproduksi, tetapi juga membangun branding yang kuat. Menurutnya, tantangan terbesar industri kreatif saat ini adalah menjaga relevansi di pasar modern.

“Membangun citra merek agar produk lokal dikenal lebih luas. Melakukan inovasi desain agar tetap diminati generasi muda dan pasar internasional. Dan tetap menjadikan nilai-nilai tradisi sebagai fondasi utama produk,” jelasnya.

​Pameran yang berlangsung selama lima hari (6–10 Mei 2026) ini bukan sekadar ajang jual beli, melainkan ruang kolaborasi strategis. Melalui platform ini, Dekranasda Jatim berharap UMKM mampu memperluas jejaring pasar, baik di level nasional maupun menembus pasar global.

“​Dengan adanya sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha, ajang ini diharapkan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi kreatif di Jawa Timur, hingga membuktikan bahwa produk tradisional mampu bersaing di tengah gempuran tren fashion modern,” tutup Arumi. (Rwy/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!