Highlight

Madiun Perkuat Status Lumbung Pangan Jatim, Khofifah: Pahlawan Pangan Kita Adalah Para Petani

oplus 16908288

MADIUN | INTIJATIM.ID – Pemerintah Kabupaten Madiun menegaskan komitmennya untuk tetap menjadi pilar utama ketahanan pangan di Jawa Timur. Hal ini ditegaskan oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto, saat menghadiri kegiatan “Gerakan Panen dan Percepatan Tanam” di Desa Gading, Kecamatan Balerejo, Jumat (8/5/2026).

​Acara tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, jajaran Kementerian Pertanian RI, Forkopimda, serta ratusan petani setempat. Kehadiran para pucuk pimpinan ini menjadi sinyal kuat sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga kedaulatan pangan.

​Dalam sambutannya, Bupati Hari Wuryanto menyatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni rutin, melainkan langkah strategis untuk mempercepat masa tanam setelah panen raya guna menjaga ketersediaan stok beras nasional.

​”Kabupaten Madiun berkomitmen tetap menjadi lumbung pangan Jawa Timur. Dengan luas lahan sawah mencapai 32.418 hektare, kami terus bersinergi dengan TNI-Polri dan lintas sektor agar target produksi padi tercapai optimal,” tegas Hari Wuryanto.

​Berdasarkan data BPS tahun 2026, prestasi pertanian Madiun memang mentereng. Selama dua tahun berturut-turut (2024–2025), Kabupaten Madiun konsisten masuk dalam 6 besar produsen beras di Jawa Timur dengan rata-rata produksi 480.264 ton Gabah Kering Giling (GKG) per tahun.

​Saat ini, tingkat kesejahteraan petani juga menunjukkan tren positif dengan harga Gabah Kering Panen (GKP) di kisaran Rp7.500 hingga Rp7.700 per kilogram, didukung produktivitas lahan yang mencapai 6,9 hingga 7,2 ton per hektar.

​Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut. Ia mengingatkan bahwa pangan adalah isu strategis yang berkaitan erat dengan stabilitas nasional.

​”Beras adalah produk politik. Jika stok kurang dan harga tak terjangkau, gejolak bisa terjadi. Pahlawan pangan kita adalah para petani,” ungkap Khofifah, Jumat (9/5).

​Gubernur juga mendorong percepatan modernisasi pertanian untuk menarik minat generasi muda. Ia menyebut Jawa Timur sebagai provinsi dengan jumlah petani muda terbanyak di Indonesia, yang harus didukung dengan teknologi agar sektor ini tetap kompetitif,” jelasnya.

Untuk mendukung produktivitas di Madiun, Pemprov Jatim melalui Kepala Dinas Pertanian Jatim, Heru Suseno, mengonfirmasi pemberian bantuan alat dan mesin pertanian (alsinan) pada tahun anggaran 2026. Bantuan tersebut meliputi, ​3 Unit Hand Traktor, ​4 Unit Kultivator, ​6 Unit Combine Harvester (Mesin Panen), dan ​1 Unit Rotavator

“​Dukungan ini diharapkan mampu menopang capaian luas tambah tanam Jawa Timur yang pada tahun 2025 telah menembus 2,43 juta hektar, demi menjaga swasembada pangan yang berkelanjutan di masa depan,” pungkasnya. (Utg/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!