Sebatang Kara dan Stroke, Seorang Lansia di Ponorogo Dievakuasi ke RSUD
PONOROGO | INTIJATIM.ID – Hidup sebatang kara dalam kondisi sakit parah menjadi kenyataan pahit yang harus dijalani MA (63), seorang lansia warga Kelurahan Nologaten, Ponorogo. Beruntung, jeritan senyapnya terdengar oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Ponorogo yang bergerak cepat mengevakuasinya, pada Selasa (12/5/2026).
Kondisi MA saat ditemukan sangat memprihatinkan. Ia tergeletak tak berdaya akibat serangan stroke tanpa ada sanak saudara yang mendampingi. Tim gabungan dari Dinsos, perangkat kelurahan, tenaga medis, serta relawan komunitas ICWP langsung mengambil tindakan medis darurat.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos P3A Ponorogo, Yusril Susiati, mengungkapkan bahwa kesehatan MA menjadi prioritas utama saat ini.
”Kami langsung berkoordinasi dengan RSUD dr. Harjono karena hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah klien cukup tinggi. Saat ini MA sudah dalam perawatan intensif,” terangnya.
Tak hanya mengevakuasi orangnya, petugas dan relawan juga bergotong-royong membersihkan kediaman MA yang selama sebulan terakhir terabaikan.
Meski telah ditangani secara medis, Dinsos P3A tidak berhenti di situ. Yusril menegaskan pihaknya tengah melakukan asesmen mendalam dan berupaya menghubungi keluarga MA yang berada di luar daerah.
“Jika keluarga masih ada dan mampu, Dinsos akan mendorong pihak keluarga untuk kembali merawat MA. Jika keluarga benar-benar tidak mampu secara ekonomi maupun fisik, MA akan diusulkan masuk ke Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) milik pemerintah atau swasta,” ungkap Yusril, (12/5).
Yusril menjelaskan bahwa untuk mendapatkan layanan rehabilitasi sosial (panti), lansia harus memenuhi beberapa kriteria diantaranya, berusia di atas 60 tahun, berstatus terlantar, berasal dari keluarga Desil 1 s/d 5 (ekonomi rendah), serta tidak memiliki penyakit menular tertentu.
Hingga Mei 2026, Dinsos P3A Ponorogo tercatat telah merujuk dua lansia ke PSTW Magetan, sementara beberapa kasus lainnya masih dalam proses pemetaan.
Kasus MA yang sempat terisolasi selama satu bulan di rumahnya sendiri menjadi pengingat bagi warga sekitar. Dinsos P3A mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.
”Jangan ragu melapor jika menemukan lansia yang hidup sendiri, sakit, atau tidak mendapatkan perawatan layak. Kecepatan laporan sangat menentukan keselamatan mereka,” pungkas Yusril. (Nung/IJ)
![]()



Post Comment