Highlight

Rayakan HJKS ke-733, Surabaya Bertransformasi Jadi Destinasi Wisata Medis dan Belanja Terpadu

oplus 16908288

SURABAYA | INTIJATIM.ID – Memasuki bulan Mei 2026, Kota Surabaya bersiap menyambut kemeriahan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733. Tahun ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak hanya menyuguhkan festival budaya, tetapi juga memperkuat posisi Kota Pahlawan sebagai destinasi medical tourism (wisata medis) dan surga belanja melalui Surabaya Shopping Festival (SSF).

​Kepala Bidang Pariwisata Disbudporapar Surabaya, Farah Andita Ramdhani, menyebutkan bahwa bulan Mei adalah momentum emas bagi wisatawan. Hampir setiap pekan, kota ini akan dipenuhi dengan promo besar-besaran dan acara berskala besar.

​”Selama satu bulan penuh Surabaya benar-benar meriah. Banyak event besar, promo belanja, festival budaya, hingga kegiatan wisata lainnya yang sayang dilewatkan,” ujar Farah, Rabu (13/5/2026).

​Agenda unggulan Surabaya Shopping Festival (SSF) kembali hadir untuk menggairahkan ekonomi lokal. Sebanyak 15 mal besar di Surabaya, mulai dari Tunjungan Plaza, Pakuwon Mall, hingga Galaxy Mall, menawarkan diskon fantastis hingga 70 persen.

​Tak hanya sekadar diskon, pusat perbelanjaan juga akan menggelar program menarik lainnya seperti, ​Night Shopping dan Cashback, ​Promo Buy One Get One Free, ​Lucky Draw dan bazar kuliner UMKM, dan ​Sport and Wellness Activity.

​Satu terobosan signifikan pada HJKS ke-733 adalah penguatan sektor Medical Tourism. Melalui gelaran Medical Travel Fair di pusat-pusat perbelanjaan, masyarakat kini dapat mengakses layanan konsultasi kesehatan, informasi rumah sakit, dan klinik dalam satu tempat.

​”Konsep ini memperluas daya tarik Surabaya. Wisatawan bisa menikmati pengalaman lengkap: belanja, hiburan, kuliner, sekaligus layanan kesehatan dalam satu momentum perayaan,” jelas Farah.

​Menanggapi lonjakan wisatawan, Ketua PHRI Surabaya, Firman Sudi Permana, menegaskan kesiapan sektor perhotelan. “Hotel-hotel di Surabaya kini mulai menyesuaikan fasilitas untuk mendukung wisatawan medis, termasuk penyediaan akses kursi roda, area parkir ambulans, hingga kamar khusus,” ungkapnya.

​Firman melihat potensi besar kunjungan wisatawan, terutama dari wilayah Indonesia Timur, yang menjadikan Surabaya sebagai rujukan medis utama.

​”Aspek keamanan dan kenyamanan tetap menjadi prioritas utama. PHRI terus mengimbau hotel untuk melakukan audit internal berkala, mulai dari standar keselamatan, sistem kebakaran, hingga kebersihan demi pengalaman tamu yang berkesan,” pungkasnya. (Rwy/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!