Angin Segar Menjelang Idul Adha: Harga Sapi di Magetan Meroket, Ternak Dipastikan Bebas PMK
MAGETAN | INTIJATIM.ID – Kabar baik berembus bagi para peternak sapi di Kabupaten Magetan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H / 2026 M. Setelah sempat terpuruk akibat hantaman wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dalam beberapa tahun terakhir, momentum kurban tahun ini diprediksi menjadi titik balik kebangkitan ekonomi mereka.
Sinyal positif tersebut terekam saat Komisi B DPRD Kabupaten Magetan melakukan kunjungan langsung ke Pasar Hewan Plaosan pada Jumat (22/5/2026). Dipimpin oleh Ketua Komisi B, Rita Hariati, kunjungan ini bertujuan untuk memantau perputaran ekonomi sekaligus memastikan kesiapan dan kesehatan hewan kurban.
”Hari ini kami bukan melakukan sidak, melainkan kunjungan untuk memastikan kesehatan hewan dan melihat langsung perputaran ekonomi masyarakat menjelang Idul Adha,” ujar Rita usai berdialog dengan para pedagang dan peternak.
Dari hasil dialog di lapangan, Rita mengungkapkan adanya tren kenaikan harga sapi yang cukup signifikan dibanding tahun lalu. Tidak hanya harga yang membaik, volume transaksi dan jumlah sapi yang dipasarkan di Pasar Plaosan juga menunjukkan grafik peningkatan.
Kondisi ini menjadi angin segar yang sangat dinantikan oleh para peternak lokal.
”Alhamdulillah, harga jual sapi tahun ini lumayan tinggi. Kita tahu dampak PMK tahun-tahun lalu sangat memukul usaha mereka. Semoga momentum ini membuat peternak kita bisa bangkit, move on, dan kembali semangat mengembangkan komoditas sapi di Magetan,” tambah kader PDIP Magetan optimis.
Untuk mendukung kelancaran pasar kurban, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Magetan bergerak cepat. Kepala Disnakkan Magetan, drh. Nur Haryani, menegaskan bahwa seluruh stok hewan kurban di Magetan saat ini dalam kondisi aman dan bebas dari PMK.
Langkah preventif yang diambil Disnakkan terbilang masif. Mereka telah menerjunkan tim kesehatan hewan yang terdiri dari tenaga medik dan paramedik ke berbagai penjuru wilayah.
Tim ini disebar di 22 titik kumpul ternak yang mencakup 18 kecamatan di Magetan.Kepala Disnakan menyebut, pengawasan dilakukan mulai dari pasar hewan skala besar hingga pedagang mikro (eceran). Dan hewan yang dinyatakan sehat dan layak kurban akan langsung diterbitkan dokumen resmi berupa Surat Keterangan Sehat.
”Kami memastikan stok sapi, kambing, dan domba aman. Tim kami terus bergerak di lapangan untuk melakukan pemeriksaan fisik hewan sebelum dipasarkan,” jelas jelas Nur Haryani, Jumat (22/5).
Mengantisipasi kekhawatiran masyarakat, Disnakkan Magetan memberikan imbauan tegas bagi para calon pembeli hewan kurban. Masyarakat disarankan untuk membeli hewan kurban hanya di pasar hewan resmi atau titik kumpul ternak yang berada di bawah pengawasan Disnakkan.
“Pastikan membeli di tempat yang sudah diperiksa tenaga medis dan memiliki surat keterangan sehat, agar keabsahan dan kelayakan kurbannya benar-benar terjamin,” tutup Nur Haryani. (Red/IJ)
![]()



Post Comment