Highlight

Ndarboy Genk Ramaikan Alun-Alun Caruban Madiun di Festival Sepasma

img 20260714 wa0089

MADIUN | INTIJATIM.ID – Alun-Alun Rekso Gati Caruban berubah menjadi lautan manusia pada Senin (13/7/2026) malam. Ribuan warga Kabupaten Madiun, Jawa Timur, berbondong-bondong memadati kawasan tersebut untuk menyaksikan penampilan Ndarboy Genk dalam gelaran festival Sepasar ing Madiun (Sepasma) 2026.

​Namun, agenda tahunan dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-458 ini tidak sekadar menyajikan panggung hiburan. Pemkab Madiun memanfaatkan momentum berkumpulnya massa ini untuk mengakselerasi program digitalisasi daerah dan penguatan ekonomi lokal.

​Di tengah kemeriahan festival, Pemkab Madiun secara resmi meluncurkan program pembayaran e-retribusi pasar menggunakan QRIS. Langkah ini diambil untuk mendorong transparansi dan efisiensi transaksi di sektor pasar tradisional.

​Tak hanya itu, masyarakat yang hadir juga mendapatkan edukasi literasi keuangan langsung dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebagai bentuk apresiasi terhadap ketaatan administrasi, Pemkab Madiun turut membagikan penghargaan bagi desa dan kelurahan yang paling cepat melunasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

​Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat serta pihak perbankan, termasuk Bank Jatim dan Bank Indonesia Kediri, yang telah menyukseskan gelaran Sepasma ketiga ini.

​”Mudah-mudahan kegiatan ini benar-benar bermanfaat, baik dari sisi kebahagiaan dan juga mengungkit perekonomian di Kabupaten Madiun. Alhamdulillah, seluruh UKM bisa menikmati kegiatan ini,” ungkap Bupati Madiun yang akrab disapa Mas Hari tersebut.

​Mengusung tema “Berinovasi dan Berkolaborasi”, Mas Hari mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap guyub rukun dan menjaga kekompakan demi kemajuan daerah. Kembalinya festival Sepasma ini terbukti menjadi stimulus positif bagi para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang meraup omzet selama acara berlangsung.

​Rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-458 ini masih akan terus berlanjut. “”Bagi masyarakat yang ingin menikmati hiburan rakyat, rangkaian acara akan ditutup dengan pagelaran wayang kulit pamungkas pada 24 Juli 2026 mendatang,” jelas Hari Wuryanto. (Utg/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!