Highlight

Pastikan Hewan Kurban Sehat dan Layak, Pemkot Surabaya Gandeng Pelindo dan Pusvetma Perketat Pengawasan

img 20260520 wa0003

SURABAYA | INTIJATIM.ID – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026, Pemkot Surabaya melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), memperketat pengawasan lapak hewan kurban di seluruh wilayah Kota Pahlawan.

​Langkah ini diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor dengan menggandeng PT Pelindo Terminal Petikemas Surabaya dan Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) Kementerian Pertanian. Sinergi ini bertujuan memastikan seluruh hewan kurban yang diperjualbelikan dalam kondisi sehat, aman, dan layak konsumsi.

​Kepala DKPP Kota Surabaya, Nanik Sukristina, menjelaskan bahwa pengawasan intensif ini dijadwalkan berlangsung selama sembilan hari, dimulai sejak 18 Mei hingga 26 Mei 2026 mendatang.

​“Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang diperjualbelikan dalam kondisi sehat, aman, dan layak dikonsumsi masyarakat, sehingga tidak menimbulkan persoalan setelah dibeli maupun disembelih,” kata Nanik saat meninjau pengawasan di kawasan Jalan Ir. Soekarno (MERR), Rabu (20/5/2026).

​Tak main-main, Pemkot Surabaya mengerahkan tim gabungan berskala besar yang melibatkan akademisi dan organisasi profesi. Sebanyak 190 personel diterjunkan ke lapangan, terdiri dari ​50 mahasiswa Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (UNAIR), ​50 mahasiswa Kedokteran Hewan Universitas Wijaya Kusuma (UWK), ​30 peserta Fakultas Vokasi, ​20 anggota Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), dan ​tim teknis dari DKPP Surabaya.

​Seluruh personel disebar secara bertahap ke 31 kecamatan di Surabaya. Hingga hari ketiga pelaksanaan (20/5), tim telah memeriksa sedikitnya 61 lapak penjualan. Pemeriksaan pun dilakukan secara menyeluruh, baik dari sisi administrasi maupun kesehatan fisik hewan.

Selain itu, pedagang wajib mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal serta izin resmi dari pihak kecamatan setempat. Dari hasil penyisiran di lapangan, tim medis langsung bergerak cepat saat menemukan indikasi penyakit.

“Hingga saat ini, tim menemukan satu hewan yang terindikasi terkena skabies. Hewan tersebut langsung diperiksa dan diisolasi agar tidak ikut diperjualbelikan kepada masyarakat,” tegas Nanik, Rabu (20/5).

​Hewan kurban yang masuk ke Surabaya sendiri berasal dari berbagai daerah seperti Trenggalek, Blitar, Tulungagung, hingga luar Pulau Jawa. Untuk itu, Nanik mengimbau masyarakat agar jeli dalam memilih.

“Ciri-ciri hewan kurban yang layak secara fisik antara lain tampak sehat, aktif, tidak lemas, dan memenuhi syarat minimal usia satu tahun yang dibuktikan melalui pemeriksaan gigi,” jelasnya.

​Aksi tanggap ini mendapat dukungan fasilitas dari PT Pelindo Terminal Petikemas Surabaya. Pelindo memberikan bantuan perlengkapan lapangan berupa rompi, topi, sepatu boot, hingga kebutuhan operasional tenaga medis guna mengoptimalkan pemeriksaan.

​Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, menyatakan keterlibatan pihaknya merupakan bentuk kepedulian terhadap tingginya aktivitas masyarakat menjelang Iduladha.

“Pelindo tergerak untuk ikut mengedukasi masyarakat bahwa hewan kurban bukan hanya memenuhi syarat sah untuk dikurbankan, tetapi juga harus benar-benar sehat dan layak dikonsumsi,” katanya.

​Sementara itu, dari hulu pencegahan penyakit, Kepala Pusvetma Kementan, Edy Budi Susila, memastikan bahwa setiap hewan ternak yang didistribusikan telah melalui penapisan ketat, termasuk tes PCR untuk mengantisipasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta LSD (Lumpy Skin Disease).

​Pusvetma selaku laboratorium rujukan nasional juga telah memproduksi vaksin PMK untuk disalurkan secara masif. “Dari total 4 juta dosis vaksin PMK nasional, sekitar 1,5 juta dosis dialokasikan untuk Jawa Timur karena memiliki populasi ternak tertinggi,” pungkas Edy. (Rwy/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!