Sasar 215 Unit, Pemkab Ngawi Kucurkan Rp4,3 Miliar Benahi Rumah Tak Layak Huni
NGAWI | INTIJATIM.ID – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi dalam menyediakan hunian layak bagi warganya terus digenjot. Tahun ini, sebanyak Rp4,3 miliar dana APBD dialokasikan untuk membedah 215 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang tersebar di 19 kecamatan.
Kepala Bidang Perumahan Rakyat Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Ngawi, Wahyudi Puruhita, mengungkapkan bahwa program tersebut saat ini telah memasuki fase krusial, yakni verifikasi lapangan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
”Kami sedang mengajukan Surat Keputusan (SK) penetapan penerima. Begitu SK terbit, proses fisik di lapangan segera dimulai,” ujar Wahyudi saat dikonfirmasi, Kamis (12/3).
Setiap keluarga penerima manfaat akan mendapatkan bantuan senilai Rp20 juta. Dana tersebut diposkan untuk dua kebutuhan utama:. Rp17,5 Juta: Pembelian material bangunan, Rp2,5 Juta untuk upah tukang.
Mengingat nominal bantuan yang terbatas, Wahyudi menekankan bahwa fokus utama perbaikan adalah pada aspek keamanan dan kekokohan bangunan. Prioritas diberikan pada perbaikan pondasi dan dinding yang membahayakan keselamatan penghuni.
”Jika struktur bangunan tidak kokoh, perbaikan harus dimulai dari nol atau pondasi bawah. Kami fokus pada bagian yang paling mendasar terlebih dahulu,” jelasnya.
Pemerintah menyadari bahwa dana Rp20 juta belum cukup untuk membangun rumah ideal secara utuh. Oleh karena itu, faktor kesiapan swadaya menjadi salah satu indikator utama dalam pemilihan penerima bantuan.
Pemkab berharap program ini menjadi pemantik semangat gotong royong di masyarakat. Kekurangan biaya diharapkan dapat tertutupi melalui bantuan lingkungan sekitar atau program bantuan lainnya.
Berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Nasional (DTKSN), tercatat masih ada sekitar 6.000 unit RTLH di Kabupaten Ngawi yang mengantre untuk ditangani.
Untuk mempercepat pengentasan rumah tidak layak, Pemkab Ngawi tak bergerak sendiri. Wahyudi menjelaskan pihaknya terus mengoptimalkan sinergi lintas sektor, mulai dari, mendorong setiap desa memperbaiki minimal 2 unit rumah per tahun (estimasi 700 rumah per tahun secara total). Pun, mengharapkan kolaborasi dengan Baznas, CSR Bank Jatim, hingga Korpri.
”Harapan kami jelas, secara bertahap masyarakat Ngawi bisa memiliki hunian yang sehat, aman, dan layak untuk ditinggali,” pungkasnya. (Mei/IJ)
![]()



Post Comment