Highlight

Polemik 21 Ribu Motor Listrik, Kepala BGN: Mustahil Dilakukan Tanpa Restu Kemenkeu

img 20260408 wa0043

JAKARTA | INTIJATIM.ID – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, akhirnya angkat bicara meluruskan simpang siur pengadaan 21.801 unit motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan bahwa seluruh proses pengadaan telah mengikuti prosedur hukum yang berlaku dan mustahil dilakukan tanpa restu Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Pernyataan ini muncul sebagai respons atas pengakuan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang sebelumnya sempat menyebut anggaran tersebut “lolos” meski dirinya sempat memberikan instruksi penolakan.

​Dadan menjelaskan bahwa, anggaran pengadaan kendaraan roda dua tersebut sejatinya sudah tercantum dalam APBN 2025. Namun, status dana tersebut sempat dibekukan (automatic adjustment atau blokir) dan baru dibuka pada Oktober 2025 melalui prosedur resmi.

​Ia menekankan bahwa dalam birokrasi keuangan negara, sebuah lembaga tidak memiliki kuasa untuk mencairkan dana secara mandiri.

​”Dalam pengelolaan keuangan negara, you are never alone. Segala sesuatunya dalam perencanaan pasti ada persetujuan. Tidak mungkin kami melakukannya sendirian,” tegas Dadan, Jumat (24/4/2026).

​Lebih lanjut, Dadan memaparkan bahwa proses pembukaan blokir anggaran harus melewati Forum Tripartit yang melibatkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebagai bendahara negara, ​Bappenas sebagai perencana pembangunan nasional, dan ​Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai eksekutor program.

​”Tiga pihak itu menyetujui blokirnya dibuka. Bahkan saat proses kontrak hingga pembayaran, semuanya dilakukan melalui Kemenkeu. Jadi, uang itu tidak akan bisa digunakan tanpa persetujuan mereka,” jelas Dadan dikutib dari detik.com

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan yang sedikit berbeda. Purbaya mengaku sempat terkejut mendapati anggaran pengadaan motor listrik tersebut tetap berjalan. Ia menduga ada miskomunikasi internal atau pengajuan yang dilakukan sebelum ia menjabat sebagai Menteri.

​”Seingat saya, saya tanya sudah ditolak, tetapi ternyata sebagian sudah sempat lolos. Mungkin diajukan sebelum saya jadi menteri,” ujar Purbaya beberapa waktu lalu.

​Meski sempat terjadi dinamika komunikasi terkait pengadaan unit tahun lalu, Purbaya memastikan bahwa keran anggaran untuk pembelian motor listrik program MBG telah ditutup untuk tahun ini.

​”Saya sudah tanya semalam (kepada BGN), tahun ini ada tidak? Jawabannya tidak ada. Jadi tahun ini dipastikan tidak ada lagi pembelian,” pungkas Purbaya. (OP/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!