Dikpora Magetan Imbau Perpisahan Sekolah Digelar Sederhana dan Tidak Memberatkan Wali Murid
MAGETAN | INTIJATIM.ID – Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Magetan, Suhardi, mengimbau seluruh sekolah di Magetan agar menggelar acara perpisahan siswa secara sederhana dan tidak membebani wali murid.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul maraknya pelaksanaan acara perpisahan yang dinilai semakin mewah dan berpotensi menambah beban biaya bagi orang tua siswa, terutama dari kalangan kurang mampu.
Suhardi menegaskan bahwa kegiatan pelepasan siswa seharusnya lebih mengedepankan nilai pendidikan, kebersamaan, serta rasa syukur atas selesainya proses belajar, bukan menjadi ajang kemewahan maupun gengsi.
“Perpisahan sekolah sebaiknya dilaksanakan secara sederhana. Kalau bisa dilakukan di lingkungan sekolah saja agar lebih efisien dan tidak membebani orang tua siswa,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Selasa (12/5/2026).
Menurutnya, pihak sekolah perlu memahami kondisi ekonomi seluruh wali murid sebelum menyelenggarakan kegiatan yang melibatkan pembiayaan bersama. Sebab, tidak semua orang tua memiliki kemampuan finansial yang sama.
Ia mengingatkan agar sekolah tidak menetapkan biaya tinggi maupun kegiatan yang bersifat memberatkan sehingga menimbulkan tekanan bagi wali murid.
“Kita harus memiliki empati terhadap orang tua siswa yang secara ekonomi terbatas. Jangan sampai acara perpisahan justru menjadi beban bagi mereka,” katanya.
Kepala Dikpora Magetan itu juga menegaskan bahwa pihaknya tidak melarang sekolah menggelar kegiatan perpisahan. Namun, pelaksanaannya diharapkan tetap wajar, sederhana, dan menyesuaikan kemampuan masyarakat.
Selain itu, acara akhir tahun sekolah diharapkan tetap memiliki unsur pendidikan, kreativitas siswa, serta memperkuat hubungan antara sekolah, siswa, dan orang tua.
“Yang terpenting adalah makna kebersamaan dan penghargaan terhadap proses belajar siswa selama ini, bukan kemeriahan acaranya,” pungkas Suhardi. (Bgs/IJ)
![]()



Post Comment