Highlight

Akselerasi Ekonomi dan Infrastruktur, Pemkab Madiun Gelar “Bahana Bersahaja” di Desa Bancong

img 20260415 wa0085(1)

MADIUN | INTIJATIM.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun kembali menggeber program unggulan Bakti Harmoni Madiun Bersih, Sehat, dan Sejahtera (Bahana Bersahaja) pasca-Idulfitri 1447 H.

Bertempat di Desa Bancong, Kecamatan Wonoasri, kegiatan yang berlangsung selama dua hari (14–15 April 2026) ini menjadi ajang jemput bola pelayanan publik sekaligus percepatan pembangunan di tingkat desa.

​Bupati Madiun, Hari Wuryanto, bersama Wakil Bupati Purnomo Hadi memimpin langsung rangkaian kegiatan tersebut. Kehadiran pucuk pimpinan daerah ini disambut antusias oleh warga, mulai dari kemeriahan tari kolosal siswa MIN 2 Madiun hingga laga persahabatan bola voli yang mempertemukan tim Pemkab dengan tim desa setempat.

​Agenda hari kedua pada Rabu (15/4), difokuskan pada aksi nyata di lapangan. Bupati dan rombongan meninjau rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) serta pengaspalan jalan sepanjang 700 meter. Bagi Bupati Hari Wuryanto, perbaikan hunian dan akses jalan adalah kunci utama mengentaskan kemiskinan.

​”Salah satu syarat bebas dari kemiskinan adalah rumah yang layak huni. Jika rumahnya masih tidak layak, indikator kesejahteraannya belum terpenuhi. Begitu juga dengan pengaspalan jalan; jika aksesnya bagus, ekonomi warga akan bergerak lebih cepat,” tegas Hari Wuryanto.

​Menariknya, Desa Bancong mencatatkan progres signifikan dalam penataan hunian. Saat ini, hanya tersisa satu unit rumah yang masuk kategori RTLH dan akan segera ditangani oleh pemerintah daerah.

​Tidak hanya soal fisik, Bahana Bersahaja juga membawa kantor pemerintahan ke tengah masyarakat. Berbagai layanan tersedia secara gratis dan instan, seperti pemeriksaan kesehatan, administrasi perijinan, job fair keliling, hingga bazar UMKM dan pasar murah.

​Selain itu, dalam sesi sarasehan pada malam hari, Bupati menyoroti ketahanan pangan Desa Bancong. Dengan lahan pertanian seluas 145 hektare yang didukung oleh 10 sumur sibel, sehingga desa ini dinilai mandiri dalam menghadapi ancaman kekeringan,” ungkap Bupati Hari ini.

​Selain pertanian, produk olahan warga seperti susu kedelai juga mendapat apresiasi khusus dari Bupati sebagai potensi UMKM yang menjanjikan untuk dikembangkan lebih luas.

​”Budaya saling peduli harus terus dirawat. Jika ada tetangga yang sakit atau butuh bantuan, bisa segera diketahui dan ditangani bersama secara cepat,” pungkasnya.

​Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, pimpinan DPRD, kepala OPD, serta melibatkan BPS Kabupaten Madiun yang melakukan sosialisasi Sensus Ekonomi 2026. (Utg/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!