Belum Jadi Juara, Eksotika Pring Sedapur Magetan Tampil Memukau di Raka Raki Jatim 2026
MAGETAN | INTIJATIM.ID — Panggung Grand Final Pemilihan Raka Raki Jawa Timur 2026 di Aston Gresik Hotel menjadi ajang pembuktian kelestarian warisan budaya lokal. Kontingen Kabupaten Magetan sukses mencuri perhatian publik lewat gaun couture kontemporer bertajuk “Gema dari Lawu, Elegan Pring Sedapur”.
Gaun rancangan desainer Iqbal Ghozart tersebut memadukan filosofi kebijaksanaan motif Batik Pring Sedapur dengan ketangguhan burung Jalak Lawu. Karakter khas lereng Gunung Lawu ini ditransformasikan ke dalam busana bernilai seni tinggi, di mana setiap detail lipatan dan jalinan benangnya membawa narasi sejarah Magetan.
”Keanggunan sejati tidak pernah didefinisikan oleh apa yang kita pakai, tetapi oleh nilai-nilai, budaya, dan rumah yang kita pilih untuk dibawa ke manapun kita pergi,” ujar Iqbal Ghozart, mewakili Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Jumat (7/8).
Meski belum berhasil menyabet gelar juara pada gelaran Raka Raki Jatim ke-28 ini, penampilan busana kontemporer tersebut dinilai efektif memperkenalkan kearifan lokal Magetan secara relevan kepada generasi muda dan masyarakat luas.
Sementara itu, dalam puncak penganugerahan Raka Raki Jatim 2026, Akhdan Muhammad Zahran Wibisono dari Kabupaten Malang dan Deninta Festi Berliani dari Kota Surabaya resmi dinobatkan sebagai Raka dan Raki Jawa Timur 2026. Terpilihnya pasangan ini menandai estafet baru kepemimpinan pemuda dalam memajukan sektor pariwisata, seni budaya, serta ekonomi kreatif daerah.
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jawa Timur, Adhy Karyono, menegaskan bahwa ajang ini bertujuan membentuk generasi muda yang siap menjadi mitra strategis pemerintah.
”Ini bukan sekadar ajang mencari juara, tetapi pembentukan generasi muda yang mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun citra positif pariwisata dan budaya Jawa Timur,” ungkap Adhy.
Ia berharap para duta wisata terpilih mampu merespons tren peningkatan kunjungan wisatawan dengan gagasan inovatif dan berintegritas untuk menggerakkan roda ekonomi kreatif Jawa Timur ke depan,” pungkasnya. (Red/IJ)
![]()



Post Comment