Go International! Kepincut Pesantren Melek AI, Investor Yordania Sambangi IBS PKMKK Pamekasan
PAMEKASAN | INTIJATIM.ID – Islamic Boarding School Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning (IBS PKMKK) Pamekasan mendapat kunjungan istimewa dari investor asal Yordania, Waleed Abdelmughni Mohammad Abdeen, pada Selasa (23/6/2026).
Kunjungan ini membuka peluang kerja sama internasional di bidang pendidikan berbasis teknologi, pariwisata edukatif, hingga pengembangan ekonomi sirkular.
Menariknya, ketertarikan Waleed untuk datang langsung ke Pulau Madura dipicu oleh hal digital. Ia mengaku kepincut setelah menonton sebuah tayangan podcast di media sosial yang menampilkan diskusi Dr. Siti Maisaroh mengenai bahasa Arab, budaya Indonesia, dan pengalaman pendidikan internasional.
”Saya melihat podcast di media sosial dan tertarik dengan pembahasannya. Setelah itu, saya menghubungi Dr. Siti Maisaroh melalui email, hingga akhirnya saya mendarat di Madura, khususnya di IBS PKMKK,” ujarnya.
Waleed, yang bukan orang baru dalam dunia pendidikan Islam internasional pernah menjabat sebagai supervisor program internasional di International Islamic Boarding School (IIBS) Bekasi pada tahun 2005 menjelaskan bahwa, agendanya kali ini adalah memetakan potensi kolaborasi strategis.
”Saya datang untuk melihat kemungkinan kerja sama di sektor pariwisata pendidikan dan ekonomi sirkular yang sedang digagas di sini. Ke depan, kami akan menyusun master plan untuk merumuskan pola kerja sama yang lebih konkret,” jelasnya.
Selain pariwisata edukasi, Waleed juga mempertimbangkan peluang program pertukaran pelajar (student exchange) maupun pertukaran tenaga pengajar (tutor exchange) antara Indonesia dan Yordania.
Saat berkeliling area pesantren, Waleed mengagumi lingkungan Pamekasan yang tenang, bersih, dan ramah anak. Namun, apresiasi tertingginya tertuju pada konsep pendidikan IBS PKMKK yang dinilai adaptif terhadap kebutuhan era modern, terutama dalam penguatan teknologi digital.
”Saya melihat institusi ini berfokus pada pengembangan pemikiran (thinking). Di sini banyak smart board, televisi, komputer, dan teknologi digital yang digunakan untuk mendukung pendidikan. Ini sangat bagus untuk menarik minat siswa,” ungkap Waleed.
Menurutnya, pendekatan ini menjadi sangat krusial di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di kancah global. “Sekarang semuanya berkaitan dengan AI dan komputer. Jadi, apa yang diterapkan di sini akan menjadi sesuatu yang unik, maju, dan istimewa,” tambahnya.
Merespons kunjungan tersebut, Direktur IBS PKMKK Pamekasan, Achmad Muhlis, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Ketua Senat UIN Madura ini membeberkan bahwa pihak pesantren tengah menyiapkan cetak biru (blueprint) kawasan pendidikan berbasis religi.
Beberapa fasilitas yang akan dibangun antara lain arena pacuan kuda, area memanah, dan kolam renang yang dikonsep sebagai wahana wisata edukatif berbasis nilai-nilai Islam.
”Kami memang berencana membangun kawasan wisata pendidikan seperti pacuan kuda, memanah, dan renang. Beliau (Waleed) berkenan, dan nantinya akan ada pembahasan lanjutan,” papar Achmad Muhlis.
Kehadiran investor Timur Tengah ini menjadi sinyal kuat bahwa pesantren di daerah kini mulai bertransformasi. Tidak lagi hanya dipandang sebagai lembaga keagamaan tradisional, pesantren telah membuktikan diri mampu berevolusi menjadi pusat ekonomi, inovasi, dan peradaban yang melek teknologi di kancah global. (Say/IJ)
![]()



Post Comment