Highlight

Hotline Cak Eri Kebanjiran 9 Ribu Laporan, Parkir dan Pendidikan Jadi Sorotan Utama

img 20260718 wa0070

SURABAYA | INTIJATIM.ID – Program pengaduan masyarakat “Hotline Cak Eri” terbukti menjadi wadah efektif bagi warga Kota Pahlawan dalam menyuarakan persoalan pelayanan publik. Sejak resmi diluncurkan pada 11 Mei hingga 16 Juli 2026, Pemkot Surabaya mencatat sebanyak 9.217 laporan telah masuk ke meja redaksi pengaduan.

​Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Surabaya, Eddy Christijanto, mengungkapkan bahwa grafik laporan sempat fluktuatif. Setelah sempat melandai pada bulan Juni, intensitas aduan warga kembali melonjak tajam menjelang pertengahan Juli.

​”Akhir Juni sampai Juli luar biasa, bahkan sampai di atas 300-an laporan sehari. Karena memang komitmen eksekusinya harus 1×24 jam,” ujarnya, Jumat (17/7/2026).

​Tingginya volume pesan yang masuk membuat Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, tidak memungkinkan untuk membalas satu per satu secara langsung. Meski demikian, Eddy memastikan seluruh pesan tetap dibaca dan dipantau oleh Wali Kota untuk kemudian diteruskan ke Perangkat Daerah (PD) terkait.

​”Bayangkan seorang wali kota harus menjawab 300 sampai 400 WA setiap hari, tentu memerlukan waktu yang panjang. Jadi ketika tidak dibalas, insyaallah langsung dieksekusi oleh teman-teman di lapangan,” tegas Eddy menepis keraguan warga.

​Setiap dinas yang menerima disposisi wajib memberikan laporan balik berupa bukti foto dan tanggal penanganan sebagai garansi bahwa persoalan warga telah tuntas diselesaikan.

​Dari ribuan laporan yang masuk, Dinkominfo Surabaya memetakan sejumlah isu krusial yang paling banyak dikeluhkan oleh masyarakat. Persoalan parkir, terutama penerapan parkir non-tunai, menempati urutan kasta tertinggi pengaduan. Selain itu, sentimen seputar pendidikan juga melonjak tajam imbas pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.

Selain itu, Pemkot Surabaya menunjukkan keseriusannya dalam merespons jeritan warga. “Dari total 9.217 aduan, sebanyak 9.077 laporan telah dinyatakan selesai ditangani,” ungkap Kepala Diskominfo Surabaya.

​Sementara itu, sisa 103 laporan lainnya sedang dalam proses pengerjaan karena baru masuk sehari sebelumnya. Eddy optimis sisa laporan tersebut akan segera rampung demi menjaga target clear area (nol laporan menggantung) keesokan harinya.

​Tidak hanya mengandalkan koordinasi di balik meja, dalam beberapa kasus yang membutuhkan perhatian khusus, Wali Kota Eri Cahyadi juga dilaporkan turun langsung ke lapangan. Beberapa kawasan seperti Jalan Nias, Tambak Wedi, hingga Sambikerep tercatat pernah ditinjau langsung oleh orang nomor satu di Surabaya tersebut untuk memastikan penanganan berjalan taktis. (Rwy/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!