Highlight

Pacu IKM Melalui Produk Pertanian, Pemkab Madiun Dorong Hilirisasi Melon di Desa Krandegan

oplus 16908288

MADIUN | INTIJATIM.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun terus memacu penguatan Industri Kecil Menengah (IKM) melalui langkah konkret hilirisasi produk pertanian. Bertempat di Balai Desa Krandegan, Kecamatan Kebonsari, Pemkab Madiun menggelar kegiatan strategis untuk menyulap komoditas melon menjadi produk olahan bernilai tambah tinggi. Selasa (21/04/2026).

Avara ini dihadiri langsung oleh Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto, dan Wakil Bupati (Wabup) Dr. Purnomo Hadi, dan diikuti oleh jajaran Muspika Kebonsari, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Bank Jatim, serta para pelaku usaha lokal yang antusias menyambut transformasi ekonomi desa.

Bupati Madiun menegaskan bahwa, petani tidak boleh lagi hanya bergantung pada penjualan buah segar yang harganya fluktuatif. Hilirisasi menjadi kunci agar masyarakat tetap produktif meski dari rumah.

“Kita akan terus mengembangkan lini pengolahan melon menjadi keripik, kue, manisan, biskuit, hingga minuman. Ini adalah langkah nyata. Harapannya, masyarakat bisa menambah penghasilan tanpa harus keluar rumah,” kata Hari Wuryanto, Selasa (21/4).

Lebih lanjut, Bupati juga menjamin sisi pasca-produksi melon tersebut. “Pemerintah siap memfasilitasi penyerapan hasil produksi selama memenuhi spesifikasi yang ditentukan. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir kekhawatiran pelaku usaha mengenai jalur pemasaran,” jelasnya.

Tak hanya soal produksi, strategi pemasaran pun kini mulai merambah ranah digital. Pemkab Madiun melalui Dinas Perdagangan dan Koperasi telah menyiapkan sarana pemasaran daring, termasuk optimalisasi platform media sosial seperti TikTok untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Senada dengan Bupati, Wakil Bupati Purnomo Hadi, menjelaskan bahwa program hilirisasi ini merupakan pengejawantahan dari program strategis nasional Asta Cita Presiden, yang diselaraskan dengan visi misi Bersahaja Kabupaten Madiun.

“Hilirisasi dan industrialisasi adalah langkah strategis. Kami ingin Desa Krandegan dan wilayah Kebonsari secara umum menjadi sentra produk unggulan berbasis melon yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara signifikan,” ungkap Purnomo Hadi.

Di akhir kegiatan, Bupati berpesan agar para pelaku UMKM tetap konsisten dalam menjaga kualitas produksi, tekun menghadapi tantangan pasar, serta menjaga kebersamaan untuk membangun ekosistem industri kecil yang kuat.

Dengan potensi lahan yang luas dan kreativitas pengolahan yang terus diasah, Kabupaten Madiun optimis produk olahan melon akan menjadi primadona baru yang mampu membuka lapangan kerja sekaligus menekan angka kemiskinan di tingkat desa. (Utg/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!