Panggung Petarung Nasional, Laga Shaduk Jotosh Guncang GOR Ki Mageti
MAGETAN | INTIJATIM.ID – Gedung Olah Raga (GOR) Ki Mageti Magetan mendadak bergemuruh pada Minggu (31/5/2026). Sebanyak 58 pertandingan sengit tersaji dalam gelaran Shaduk Jotosh X Mabox (Magetan Boxing), yang mempertemukan puluhan atlet dan komunitas bela diri lintas daerah, mulai dari jawara lokal Jawa Timur hingga petarung dari tanah Papua.
Event yang berlangsung maraton sejak pukul 09.00 WIB hingga malam hari ini menjadi magnet bagi para pencinta olahraga baku hantam. Panitia membagi puluhan partai tersebut ke dalam tiga kategori utama: reguler, veteran fight, dan spesial fight.
Ketua Panitia Pelaksana, Sumanto, S.Sos., menegaskan bahwa Shaduk Jotosh didesain bukan hanya sebagai panggung unjuk kekuatan, melainkan sebagai wadah resmi untuk menyalurkan bakat sekaligus meredam potensi konflik di jalanan.
“Shaduk Jotosh ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi dan hiburan, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan, menjunjung tinggi sportivitas, serta menyalurkan bakat dan kemampuan para peserta,” jelasnya.
Sumanto juga berharap momentum ini bisa menjadi perekat hubungan antarkomunitas bela diri agar tetap harmonis di luar arena,” tambah ketua panitia pelaksana.
Apresiasi tinggi pun datang dari Pemkab Magetan, Jawa Timur. Sekretaris Daerah (Sekda), Welly Kristanto, yang hadir mewakili Bupati, menyebut ajang mixed martial arts (MMA) campuran seperti ini sangat krusial bagi masa depan olahraga nasional.
Welly menyoroti tren positif MMA Indonesia yang kini berhasil menembus peringkat tujuh besar di Asia, serta lahirnya petarung ikonik seperti Jeka Saragih yang mampu menembus panggung UFC.
“Pertandingan yang kita selenggarakan hari ini adalah langkah nyata untuk mencari bibit unggul, memberikan wadah berkompetisi, dan menanamkan semangat juang kepada generasi muda,” tegas Welly, Minggu (31/5).
Ia mengingatkan para atlet bahwa esensi bela diri modern adalah kombinasi disiplin, strategi, dan karakter. “Di atas arena kita berkompetisi, di luar arena kita semua saudara,” ungkapnya.
Suksesnya gelaran berskala nasional ini tidak lepas dari kawalan ketat dan dukungan berbagai pihak. Selain jajaran Pemkab Magetan, sejumlah tokoh penting turut hadir menyaksikan laga, di antaranya:
H. Suyatno, S.Sos. (Plt Ketua DPRD Magetan), Kompol Bondan Wibowo (Kabagops Polres Magetan), Kapten Inf Pramudji Bambang E. (Pasi Intel Kodim 0804/Magetan), Suhardi, (Kepala Dinas Dikpora Magetan), dan Yok Sujarwadi, (Ketua KORMI Magetan)
Animo tinggi tidak hanya datang dari pejabat publik, tetapi juga dari ratusan penonton umum dan official tim yang memadati tribun. Mereka saksi hidup bagaimana para petarung dari Magetan, Madiun, Ngawi, Lamongan, Bojonegoro, Trenggalek, hingga Papua saling jual beli pukulan demi mengamankan gelar juara di bumi Magetan. (Red/IJ)
![]()



Post Comment