Resahkan Petani Magetan, Spesialis Pencuri Mesin Pompa Air Asal Ngawi Diringkus Polisi
MAGETAN | INTIJATIM.ID – Aksi pencurian alat mesin pertanian yang kerap menghantui petani di wilayah perbatasan Magetan-Ngawi akhirnya terhenti. Jajaran Unit Reskrim Polsek Kartoharjo berhasil meringkus RSC (33), seorang pria asal Kecamatan Kwadungan, Ngawi, yang diduga kuat merupakan spesialis pencuri mesin pompa air (alkon) di area persawahan.
Penangkapan ini menjadi angin segar bagi para petani yang selama ini merasa was-was terhadap keamanan alat produksi mereka di tengah sawah.
Aksi terakhir pelaku menyasar area sawah Bengkok Semayang Lor Tol, Desa Gunungan, Kecamatan Kartoharjo, pada Senin (13/4) kemarin. Korban menyadari mesin alkon miliknya raib sekitar pukul 16.00 WIB dan segera melaporkan kerugian senilai Rp 1,2 juta tersebut ke pihak berwajib.
Tak butuh waktu lama, polisi yang bergerak cepat dan hanya berselang dua hari setelah laporan masuk, tepatnya pada Rabu (15/4/2026) pukul 11.00 WIB, RSC berhasil dibekuk melalui strategi penyamaran yang dilakukan petugas.
“Pelaku berhasil dibekuk beserta barang bukti yang diamankan oleh petugas melalui strategi penyamaran,” ungkap Kapolsek Kartoharjo, AKP Eko Supriyanto.
Berdasarkan hasil pemeriksaan intensif, polisi menemukan fakta bahwa aksi RSC bukanlah yang pertama kali. Pelaku hanya mengincar mesin pompa air di persawahan karena lokasinya yang cenderung sepi dan pengamanan yang minim.
“Pelaku juga mengakui telah beraksi di dua lokasi berbeda di wilayah Kecamatan Kartoharjo. Meski berasal dari luar Magetan, pelaku terlihat sangat memahami medan persawahan di wilayah target operasinya,” jelas Kapolsek Kartoharjo, Polres Magetan.
Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan KUHP baru pasal 477 ayat (1) terkait tindak pidana pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara dan denda hingga mencapai Rp 500 juta.
”Saat ini, tersangka RSC beserta barang bukti satu unit mesin alkon masih ditahan di Mapolsek Kartoharjo untuk pengembangan kasus lebih lanjut. Kami menduga masih ada jaringan atau TKP lain yang belum terungkap,” pungkasnya. (Bgs/IJ)
![]()



Post Comment