Highlight

Surabaya Bakal Full Listrik: Cak Eri Lelang Kendaraan Dinas Tua, Target Transisi Mei 2026

oplus 16908288

SURABAYA | INTIJATIM.ID – Pemkot Surabaya tancap gas dalam melakukan transisi energi besar-besaran. Di bawah komando Wali Kota Eri Cahyadi, Pemkot Surabaya kini tengah memproses lelang puluhan kendaraan operasional berbahan bakar minyak (BBM) yang akan segera digantikan dengan kendaraan listrik berbasis sewa.

Kebijakan strategis ini diambil sebagai langkah konkret penghematan energi sesuai instruksi pemerintah pusat, sekaligus upaya menjaga kualitas lingkungan di Kota Pahlawan.

​Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan bahwa, saat ini sebanyak 80 unit kendaraan operasional, baik roda dua maupun roda empat sedang dalam proses lelang melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).

​”Kami punya komitmen, hari ini ada 80 unit kendaraan yang kita lelang, termasuk motor dan mobil yang belum terlelang sebelumnya,” kata Wali Kota Eri di Surabaya, Selasa (14/4/2026).

​Cak Eri (sebutan akrabnya red) menargetkan, jika proses lelang berjalan mulus dan rampung seluruhnya, maka transisi total ke kendaraan listrik akan dimulai pada Mei 2026. Skema yang digunakan pun beralih dari kepemilikan aset menjadi sistem sewa.

​”Kalau lelangnya berhasil semua, maka di bulan Mei kita ganti dengan mobil listrik semuanya. Baik motor maupun mobil, nanti kita menggunakan sistem sewa,” jelasnya.

Sementara itu, ​Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Surabaya, Wiwiek Widayati, menjelaskan bahwa kendaraan yang dilelang adalah unit yang masa pakainya telah melebihi tujuh tahun. “Berdasarkan hasil kajian, kendaraan di usia tersebut sudah tidak efisien secara energi maupun biaya perawatan,” ungkapnya.

​Secara rinci, lanjut Wiwiek, terdapat 85 unit kendaraan yang masuk daftar lelang kali ini. Diantaranya ​70 unit kendaraan roda empat (R4), ​13 unit kendaraan roda dua (R2), dan ​2 unit kendaraan roda tiga (R3)

​Pemkot Surabaya mematok target pendapatan sebesar Rp6,3 miliar dari hasil lelang tahun 2026. Selain mengejar angka pendapatan, Wiwiek menekankan bahwa dampak jangka panjang yang diincar adalah penghematan BBM yang signifikan.

​”Kita sudah mulai (transisi) sejak 2024 untuk kendaraan Kepala Perangkat Daerah (PD). Hasilnya, ada perbedaan penghematan yang sangat signifikan setelah beralih ke sistem sewa mobil listrik,” tutup Kepala BPKAD Pemkot Surabaya.

​Bagi warga yang tertarik memboyong kendaraan eks-dinas Pemkot Surabaya, proses penawaran telah dibuka sejak 13 April 2026 dan akan berakhir pada 20 April 2026.

​Masyarakat dapat memantau dan mendaftar secara transparan melalui situs resmi KPKNL di https://portal.lelang.go.id/ dengan mengikuti prosedur dan persyaratan yang berlaku.

Diberitakan sebelumnya, Pemkot juga telah menerapkan opsi Work From Home (WFH) bagi ASN dan mengimbau penggunaan transportasi umum guna menekan emisi karbon dan konsumsi bahan bakar di lingkungan birokrasi.

​Dengan percepatan yang didukung oleh KPKNL, Surabaya selangkah lebih dekat menuju kota cerdas ramah lingkungan atau Green City. (Rwy/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!