Highlight

Semangat “Ojo Tangan Tok”, Bupati Albarraa Buka Rangkaian Hari Jadi Mojokerto ke-733

oplus 16908288

MOJOKERTO | INTIJATIM.ID – Stadion Gajah Mada, Mojosari, berubah menjadi lautan manusia pada Sabtu pagi (11/4). Ribuan warga tumpah ruah mengikuti senam massal sebagai penanda resmi dimulainya rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto ke-733 Tahun 2026.

​Acara yang dipimpin langsung oleh Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa, ini bukan sekadar ajang olahraga. Momentum ini menjadi simbol persatuan dan ketahanan daerah di tengah tantangan ekonomi yang sedang dihadapi pemerintah daerah.

​Pemkab Mojokerto mengemas pembukaan ini dengan beragam layanan publik yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Di sekitar area stadion, masyarakat bisa mengakses berbagai fasilitas secara gratis, mulai dari cek kesehatan, pemeriksaan mata gratis, dan donor darah, pameran UMKM, pasar murah BAZNAS, serta santunan untuk anak yatim. Selain itu, warga juga bisa menikmati layanan pajak kendaraan bermotor dan layanan informasi KPR.

​Menambah kemeriahan, panitia membagikan 1.500 porsi makanan gratis hasil gotong royong para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai wujud kebersamaan antara pemimpin dan rakyatnya.

​Dalam sambutannya, Bupati Albarraa menegaskan bahwa tema tahun ini, “Mojokerto Berdaya, Rakyat Sejahtera, Pembangunan Merata”, merupakan janji politik dan pembangunan yang inklusif.

​”Kami berupaya agar seluruh program tetap terlaksana demi pembangunan yang merata, meskipun kondisi keuangan daerah saat ini sedang tidak baik-baik saja,” ungkap Bupati Albarraa di hadapan para peserta.

​Pemilihan lokasi di Mojosari memiliki makna strategis. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Tatang Mahendrata, menjelaskan bahwa wilayah ini, khususnya Desa Jotangan, diproyeksikan menjadi pusat pemerintahan baru Kabupaten Mojokerto.

​Tatang memaparkan filosofi mendalam di balik nama “Jotangan” yang berarti bergandengan tangan atau kerukunan.

“Namun ada pesan lain yaitu, ojo tangan tok (jangan hanya tangan saja). Artinya, pergerakan kita harus dibarengi akal sehat, pikiran cerdas, dan hati yang ikhlas,” jelasnya.

​Kemeriahan Hari Jadi ke-733 Kabuoaten Mojokerto dipastikan akan berlanjut hingga bulan depan. Diantaranya adalah, sema’an Al-Qur’an dan lomba hadrah, pameran pembangunan. “Acara puncaknya akan adalah tasyakuran yang akan digelar pada 8 Mei 2026 di halaman Kantor Bupati Mojokerto,” ungkap Tatang Mahendrata.

  • Acara pembukaan ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, serta berbagai pimpinan instansi vertikal dan organisasi masyarakat, menandai sinergi kuat dalam membangun bumi Majapahit ke depan. (Dod/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!