Efisiensi Dampak Konflik Global, Pemkab Trenggalek Estimasi Hemat Rp9 Miliar Lewat Kebijakan WFH
TRENGGALEK | INTIJATIM.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek mengambil langkah taktis dalam merespons gejolak ekonomi global. Melalui kebijakan Work From Home (WFH) yang diberlakukan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), Pemkab Trenggalek mengestimasi efisiensi biaya operasional mencapai Rp9 miliar.
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, yang akrab disapa Mas Ipin, mengungkapkan bahwa angka tersebut merupakan hasil koordinasi dan kalkulasi bersama Sekretaris Daerah (Sekda).
”Setelah saya berkoordinasi dengan Sekda, ternyata dari pelaksanaan WFH ada penghematan sekitar Rp9 miliar,” ujar Mas Ipin pada Jumat (17/4).
Kebijakan ini bukan tanpa alasan. Mas Ipin menjelaskan bahwa sasaran utama dari pemberlakuan bekerja dari rumah ini adalah penghematan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM). Langkah ini diambil sebagai antisipasi dampak ketegangan geopolitik dan perang di wilayah Teluk yang memicu kenaikan harga energi dunia.
Pemerintah daerah didorong untuk memiliki semangat efisiensi dalam setiap lini operasional guna menjaga stabilitas fiskal daerah.
Berbeda dengan pola umum, Pemkab Trenggalek secara spesifik menetapkan hari Rabu sebagai jadwal WFH bagi para ASN. Kebijakan ini diambil untuk memastikan produktivitas tetap terjaga dan menghindari penyalahgunaan waktu kerja.
”Pelaksanaan WFH dilakukan pada hari Rabu, bukan hari Jumat. Ini agar tidak terjadi long weekend. Artinya, ini bukan hari libur, namun tetap bekerja dari rumah,” tegas suami dari anggota DPR RI, Novita Hardini tersebut.
Masyarakat tidak perlu khawatir akan adanya hambatan dalam birokrasi. Mas Ipin menjamin bahwa transformasi pola kerja ini tidak akan mengganggu pelayanan umum. Unit-unit kerja yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat akan tetap beroperasi secara normal di lapangan.
”Kita butuh pelayanan prima kepada masyarakat. Jadi pelayanan tetap berlangsung sebagaimana mestinya,” tutupnya. (AR/IJ)
![]()



Post Comment