Highlight

Dekatkan Layanan ke Desa, Pemkab Madiun Luncurkan Inovasi “Sarapan Pecel”

oplus 16908288

MADIUN | INTIJATIM.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun resmi melakukan lompatan besar dalam transformasi digital pelayanan publik. Melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil), Pemerintah Daerah ini meluncurkan inovasi bertajuk “Sarapan Pecel” (Sistem Administrasi Kependudukan Terdepan di Pedesaan, Pelayanan Efektif Cepat dan Langsung Terlayani) di Pendopo Muda Graha, Senin (27/4/2026).

​Langkah ini diambil untuk memangkas jarak dan birokrasi, sehingga masyarakat tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke pusat pemerintahan hanya untuk mengurus dokumen kependudukan.

​Kepala Dispendukcapil Kabupaten Madiun, Sigit Budiarto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan 206 gerai layanan adminduk yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan se-Kabupaten Madiun.

​”Ke depan, setiap desa dan kelurahan memiliki gerai sendiri. Ada 21 jenis dokumen yang bisa dilayani, mulai dari KK, KTP, akta sipil, hingga pindah datang. Pengajuan di desa, verifikasi tetap di Dukcapil,” ujarnya.

​Tak hanya mengandalkan teknologi, inovasi ini juga menyasar kelompok rentan. “Untuk lansia dan penyandang disabilitas, petugas akan melakukan sistem jemput bola dengan mendatangi alamat warga secara langsung (by name by address),” jelas Sigit, (27/4).

Sementara itu, ​Bupati Madiun, Hari Wuryanto, yang hadir bersama Wakil Bupati Purnomo Hadi, menegaskan bahwa inovasi ini merupakan perwujudan visi daerah dalam memaksimalkan teknologi demi kesejahteraan warga.

​”Kami ingin pelayanan identitas diri bisa selesai di tingkat desa. Ini soal memudahkan beban masyarakat. Namun, saya ingatkan, semua layanan ini gratis. Masyarakat harus bijak, jangan sampai ada data yang tidak sesuai atau disalahgunakan,” tegas Bupati Madiun.

​Inovasi “Sarapan Pecel” menjadi pelengkap dari ekosistem digital yang sebelumnya telah berjalan, seperti aplikasi Senopati dan Identitas Kependudukan Digital (IKD). “Saat ini, aktivasi IKD di Kabupaten Madiun telah menembus angka 20 persen, melampaui rata-rata nasional,” ungkap Hari Wuryanto.

​Dengan hadirnya “Sarapan Pecel”, Kabupaten Madiun semakin mengukuhkan posisinya sebagai daerah yang progresif dalam menghadirkan layanan publik yang dekat, cepat, dan transparan. (Utg/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!