Antisipasi Gejolak Geopolitik global, Pemerintah Perpanjang WFH Dua Bulan ke Depan

oplus 16908288

JAKARTA | INTIJATIM.ID – Pemerintah resmi memperpanjang kebijakan bekerja dari rumah (work from home/WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan sektor swasta untuk dua bulan ke depan. Langkah taktis ini diambil sebagai respons atas situasi geopolitik dunia yang dinilai masih bergejolak dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

​Keputusan tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (21/5/2026).

​”Di mana perang belum berakhir, maka juga akan dilanjutkan work from home untuk dua bulan ke depan,” ujar Airlangga kepada awak media.

​Kebijakan WFH ini sebenarnya bukan hal baru. Pemerintah telah memberlakukannya sejak 1 April 2026 lalu. “Khusus untuk ASN di sektor krusial seperti kesehatan dan keamanan, skema WFH diterapkan setiap hari Jumat,” jelasnya.

​Di tengah memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah, lanjutnya, perpanjangan kebijakan ini diharapkan dapat menjadi rem darurat untuk menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional. “Pembatasan mobilitas melalui WFH dinilai menjadi strategi efektif untuk menghemat cadangan energi di dalam negeri dari ancaman krisis pasokan global,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI tersebut.

​Selain membahas kelanjutan WFH, rapat yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto tersebut juga menjadi panggung konsolidasi para petinggi sektor finansial dan perdagangan Indonesia.

​Sederet pejabat jajaran top ekonomi tampak hadir, di antaranya ​Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dan ​Menteri Perdagangan, Budi Santoso.

​Airlangga juga membocorkan bahwa pemerintah saat ini tengah merumuskan stimulus baru berupa paket kebijakan ekonomi. Langkah ini disiapkan untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional agar tetap tangguh menghadapi ketidakpastian global.

​”Tadi dibahas berbagai kebijakan yang akan diambil, termasuk kebijakan paket terkait dengan ekonomi ke depan dalam situasi seperti sekarang,” pungkas Airlangga. (OP/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!