Dahlan Iskan Sebut Kota Mojokerto sebagai “The Biggest Little City in the World” Versi Indonesia

img 20260521 wa0046

MOJOKERTO | INTIJATIM.ID – Tokoh pers nasional sekaligus mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan, memberikan pujian tinggi bagi Kota Mojokerto. Ia menyebut wilayah tersebut sebagai kota kecil yang memiliki potensi raksasa untuk berkembang, bahkan menyamakannya dengan Kota Reno di Nevada Utara, Amerika Serikat, yang terkenal dengan julukan “The Biggest Little City in the World”.

​Hal tersebut disampaikan Dahlan di sela-sela agenda Disway Explore Business with Dahlan Iskan East Java Series yang berlangsung di Balai Kota Mojokerto pada Kamis (21/5/2026).

​Menurut Dahlan, keterbatasan geografis dan ukuran wilayah bukanlah penghalang bagi sebuah daerah untuk maju dan dikenal luas. Kunci utamanya terletak pada kreativitas, kemampuan menggali potensi lokal, serta pembangunan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

​“Mojokerto kota kecil tetapi tidak boleh merasa kecil. Kecil dan besar itu tidak penting. Yang penting ‘dewa-nya’ (potensinya),” tegasnya.

​Dahlan menilai strategi Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari (Ning Ita), dalam menggenjot sektor UMKM, industri kreatif, dan pendidikan sudah berada di jalur yang tepat (on the track). Produk lokal seperti batik khas, industri sepatu, hingga penguatan kompetensi SDM dianggap sebagai modal kuat bagi Mojokerto untuk bersaing.

​Ia juga menambahkan bahwa daerah yang miskin Sumber Daya Alam (SDA) justru diuntungkan jika mampu bertumpu pada kualitas manusia yang kreatif dan terdidik,” jelas Dahlan.

​Merespons pujian tersebut, Wali Kota Mojokerto, Ning Ita, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kota Mojokerto sebagai salah satu destinasi dalam rangkaian business trip ini. Kehadiran para pelaku usaha diharapkan mampu menjadi katalis pertumbuhan ekonomi kota yang saat ini sudah menyentuh angka 5,34 persen.

​“Harapan kami kegiatan ini dapat membuka peluang investasi di Kota Mojokerto sehingga membantu mendongkrak pertumbuhan ekonomi, sekaligus membuka jejaring bagi UMKM dan IKM agar bisa berkembang dan naik kelas,” ungkap Ning Ita, Kamis (21/5).

​Kegiatan Disway Explore Business ini dihadiri oleh puluhan pelaku usaha dari berbagai daerah. Selain berdiskusi mengenai proyeksi ekonomi dan peluang investasi, rombongan juga diajak melakukan napak tilas budaya ke Museum Gubug Wayang dan Galeri Soekarno Kecil.

“​Kunjungan ini bertujuan untuk mengenalkan lebih dekat kekayaan sejarah dan budaya Mojokerto yang dapat diintegrasikan ke dalam ekosistem ekonomi kreatif,” tandas Walkot Mojokerto.

Melalui sinergi UMKM, kreativitas, dan pembangunan SDM, Kota Mojokerto kini mantap membuktikan diri bahwa keterbatasan wilayah bukan halangan untuk tumbuh menjadi kota yang diperhitungkan di tingkat nasional. (Dod/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!