Highlight

Gandeng Deretan Legenda Timnas dan Persebaya, PSSI Sidoarjo Seleksi Ketat Persida U-15 & U-17

oplus 16908288

SIDOARJO | INTIJATIM.ID – Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Sidoarjo langsung tancap gas demi membangkitkan kejayaan sepak bola di “Kota Udang”. Mengincar prestasi gemilang di Piala Soeratin babak regional Jawa Timur, PSSI Sidoarjo menggelar seleksi ketat untuk kerangka tim Persida U-15 dan U-17 di Lapangan Pagerwojo, Buduran, Rabu (1/7/2026).

​Langkah ini tidak main-main. Demi menyaring bibit terbaik, PSSI Sidoarjo melibatkan tim pemantau bakat (talent scout) yang diisi oleh deretan legenda sepak bola nasional, mantan penggawa Timnas Indonesia, serta eks pilar Persebaya dan Deltras Sidoarjo.

​Di pinggir lapangan, tampak nama-nama besar seperti Fachri Husaini (eks Kapten dan Pelatih Timnas), Uston Nawawi (Direktur Teknik Persebaya), Freddy Muli (pelatih gaek sarat pengalaman), hingga Nus Yadera, Kodari Amir, Agung Prasetyo, dan Gatot Mulbajadi.

​Ketua Askab PSSI Sidoarjo, Puji Daryo, menegaskan bahwa keterlibatan para pesepak bola legendaris ini merupakan komitmen nyata untuk mengembalikan marwah Sidoarjo sebagai salah satu barometer produsen pemain berbakat di level nasional.

​”Seleksi ini adalah bukti nyata kepedulian para legenda terhadap kebangkitan sepak bola Sidoarjo. Selain menjalankan kompetisi internal, tugas prioritas kami adalah menyiapkan tim Persida yang kompetitif dari klub dan SSB (Sekolah Sepak Bola) yang berafiliasi,” kata Puji Daryo di sela-sela memantau seleksi.

​Pengumuman seleksi yang disebar cepat oleh jajaran pengurus, termasuk Wakil Ketua PSSI Sidoarjo Yohdar Umar Bahlmar dan Anggota Exco Andi, mendapat sambutan luar biasa. Lebih dari 100 pesepak bola muda dari berbagai SSB di Sidoarjo memadati Lapangan Pagerwojo.

​Untuk melihat kualitas pemain secara objektif, tim pelatih membagi proses seleksi ke dalam format pertandingan (game).

​Kelompok U-15 dibagi 6 sesi game, dan kelompok U-17 dibagi 5 sesi game. Sistem ini sengaja diterapkan agar para legenda yang bertindak sebagai tim pemantau dapat melihat langsung aspek teknis, visi bermain, serta ketahanan fisik para pemain dalam situasi pertandingan riil.

​PSSI Sidoarjo berpacu dengan waktu. Kerangka tim final, baik komposisi pemain maupun ofisial, ditargetkan harus sudah rampung sebelum tanggal 6 Juli.

​Tantangan berbeda sudah menanti kedua kelompok umur ini. Persida U-15 nantinya harus bersaing terlebih dahulu di zona internal Sidoarjo. Sementara itu, sang kakak, Persida U-17 (Laskar Jenggolo Muda), akan langsung bertarung di level regional Jawa Timur.

​Edisi Soeratin musim lalu menjadi cambuk bagi manajemen, setelah Persida U-17 harus tersingkir prematur di babak pertama. Dengan sentuhan para legenda di proses hulu (seleksi), Persida tahun ini diharapkan mampu berbicara banyak dan melangkah jauh hingga ke fase nasional. (Vit/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!