Jejak Sejarah Ponorogo, Pakasa Gebang Tinatar Berencana Pindahkan Makam Bupati Somoroto
PONOROGO | INTIJATIM.ID – Sebuah langkah besar untuk merawat memori kolektif sejarah Ponorogo tengah dipersiapkan. Paguyuban Kawula Keraton Surakarta (Pakasa) Gebang Tinatar berencana memindahkan makam Bupati Somoroto, Raden Tumenggung (RT) Soemonegoro, dari kawasan Ampel, Surabaya, kembali ke tanah Ponorogo.
Rencana tersebut mencuat dalam acara Halal Bihalal dan Srawung Ageng yang digelar di Aula SMKN PGRI 1 Ponorogo, pada Minggu (26/4/2026). Selain pemindahan makam, Pakasa juga menargetkan pemugaran makam Raden Mas (RM) Martopuro, tokoh perlawanan Belanda sekaligus keturunan Bathoro Katong.
Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, yang hadir dalam acara tersebut memberikan sinyal positif. Bupati perempuan pertama di Bumi Reog ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pelestarian nilai-nilai sejarah.
”Pada prinsipnya pemerintah daerah mendukung pelestarian sejarah. Kita komunikasikan lebih dulu teknisnya. Saya mengapresiasi peran Pakasa dalam menjaga budaya kita,” ujar sosok yang akrab disapa Bunda Lis tersebut.
Sementara itu, Ketua Pakasa Gebang Tinatar, KP Gendut Wrekso Diningrat, mengungkapkan bahwa kondisi makam RT Soemonegoro saat ini cukup memprihatinkan dari sisi letak. Selain lokasinya dinilai kurang strategis dan sering terinjak-injak oleh peziarah lain karena padatnya area pemakaman, makam RM Martopuro (Pelem Gurih, Ponorogo) terletak di Kelurahan Mangunsuman, Kecamatan Siman, dan kondisinya saat ini memerlukan renovasi total agar lebih layak sebagai situs sejarah.
”Kami sudah melakukan survei ke dua lokasi tersebut. Ini adalah upaya kami memuliakan leluhur yang berjasa besar bagi Ponorogo,” terang KP Gendut.
Perlu diketahui, nerdasarkan catatan literatur, keduanya memiliki pengaruh besar di wilayah Jawa Timur. RT Soemonegoro Bupati Somoroto (1820–1851), merupakan pendiri Masjid Jami’ Somoroto dalam memperkuat syiar Islam dengan mendatangkan imam dari Pesantren Tegalsari. Sedangkan RM Martopuro Keturunan Bathoro Katong, adalah tokoh pejuang yang gigih melakukan perlawanan terhadap kolonialisme Belanda.
Rencana besar ini akan segera masuk ke tahap komunikasi intensif antara Pakasa Gebang Tinatar, Pemerintah Kabupaten Ponorogo, dan pihak-pihak terkait di Surabaya. Pemindahan ini diharapkan tidak hanya menjadi urusan seremonial, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda Ponorogo untuk lebih mengenal pahlawan daerahnya sendiri. (Nung/IJ)
![]()



Post Comment