Highlight

Revitalisasi Pasar Tembok Dukuh, Pemkot Surabaya Target 15 Pasar Tradisional untuk Diperbaiki

oplus 16908288

SURABAYA | INTIJATIM.ID – Pemkot Surabaya terus memacu penataan pasar tradisional agar lebih modern dan nyaman. Salah satu proyek prioritas Pasar Tembok Dukuh, kini tengah memasuki tahap akhir revitalisasi dengan target penyelesaian pada pertengahan Mei 2026.

​Revitalisasi ini tidak hanya sekadar perbaikan fisik, tetapi juga perluasan kapasitas. Agus, perwakilan pihak pengelola, mengungkapkan bahwa jumlah stan mengalami peningkatan signifikan untuk mengakomodasi lebih banyak pedagang.

​”Dari sekitar 135 stan, kini berkembang menjadi 189 stan setelah revitalisasi,” kata Agus, Selasa (27/4/2026).

​Sempat muncul kekhawatiran di kalangan pedagang lama mengenai keberlanjutan hak sewa mereka. Namun, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan bahwa tidak ada satu pun pedagang lama yang kehilangan tempat.

“Setiap pedagang tetap mendapatkan haknya secara utuh. Fokus utama saat ini adalah penyesuaian jenis dagangan dan optimalisasi ruang agar alur belanja pengunjung menjadi lebih tertib,” ungkapnya optimis.

Melalui koordinasi dengan pihak kecamatan, pedagang pasar tumpah (pedagang kaki lima di bahu jalan) mulai diarahkan untuk masuk ke area pasar. ​Langkah ini merupakan upaya Pemkot Surabaya untuk mengatasi kemacetan dan kesemrawutan di sekitar pasar.

“Sekitar 54 pedagang pasar tumpah diproyeksikan masuk ke dalam area pasar. Para pedagang juga merasa aman karena adanya jaminan kepastian hukum atas kepemilikan stan. Selain lingkungan pasar yang bersih sekaligus mengembalikan fungsi jalan raya,” jelas Walkot Eri, disela-sela kunjungannya.

Diketahui bahwa, ​Pasar Tembok Dukuh merupakan bagian dari peta jalan besar penataan pasar di Surabaya. Keberhasilan penataan sebelumnya telah terlihat di Pasar Kapasan dan Pasar Kendangsari yang kini jauh lebih bersih dan estetis.

“Pemerintah melakukan perbaikan Infrastruktur mulai dari lantai dan atap yang selama ini menjadi keluhan utama pedagang dan pembeli. Selain itu, penataan ulang tata letak stan agar lebih efisien,” ungkapnya dihadapan awak media.

Sementara itu, Pemkot Surabaya menargetkan perbaikan pada 15 pasar tradisional sepanjang tahun 2026 yang tersebar di Kota Pahlawan tersebut. Langkah ini diambil secara bertahap untuk memastikan ekonomi kerakyatan di tingkat pasar tradisional tetap tumbuh di tengah persaingan ritel modern. (Rwy/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!