Highlight

Sinyal Harga BBM Non-Subsidi Kembali Naik Lagi, Bahlil: Tergantung Pasar Dunia!

oplus 16908288

​JAKARTA | INTIJATIM.ID – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan sinyal kuat adanya potensi penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi dalam waktu dekat. Hal ini menyusul tren volatilitas harga minyak mentah dunia yang masih fluktuatif.

​Meski pemerintah baru saja menaikkan harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex pada 18 April 2026 lalu, Bahlil menegaskan bahwa evaluasi harga akan terus dilakukan secara berkala. Ia menjelaskan bahwa harga BBM non-subsidi tidak diintervensi langsung oleh pemerintah, melainkan dilepas mengikuti mekanisme pasar.

​”Kalau untuk BBM non-subsidi itu ada penyesuaian harga. Tahap pertama sekarang (sudah naik). Tahap berikutnya kita lihat nanti; kalau harga minyak dunia turun, ya tidak naik. Tetapi kalau naik, mungkin akan ada penyesuaian lagi,” ujar Bahlil, di Kantor Kementerian ESDM Jakarta.

​Sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022, penetapan harga BBM non-subsidi didasarkan pada tiga komponen utama. Yakni, harga indeks pasar, konstanta, margin perusahaan, dan ditambah komponen pajak (PPN 11% dan PBBKB daerah).

​Menanggapi kenaikan harga tersebut, Bahlil mewanti-wanti masyarakat golongan mampu agar tidak turun kelas dengan beralih ke BBM subsidi. Ia menegaskan bahwa BBM bersubsidi hanya diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

​”Kalau model kayak saya atau Dirjen, karena harga RON 98 naik tiba-tiba pindah ke subsidi, itu artinya kita mengambil hak saudara kita yang lebih membutuhkan,” tegasnya.

​Di tengah ketidakpastian harga BBM nonsubsidi, Bahlil membawa kabar melegakan bagi pengguna Pertalite dan Solar. Pemerintah memastikan harga BBM subsidi tidak akan naik hingga akhir tahun 2026.

​”Keputusan ini diambil karena kondisi fiskal negara dinilai masih cukup tangguh untuk menahan beban subsidi, asalkan harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) tidak melampaui angka kritis,” jelas Menteri ESDM tersebut.

​Dengan selisih harga yang masih di bawah asumsi makro tersebut, masyarakat kecil tidak perlu khawatir akan adanya lonjakan harga kebutuhan pokok akibat kenaikan harga BBM subsidi dalam waktu dekat. (OP/IJ)

Loading

Share this content:

Post Comment

error: Content is protected !!